Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sudah Lakukan Reshuffle, Jokowi Disebut Ogah Berkonflik demi Kepentingan 2024

Sudah Lakukan Reshuffle, Jokowi Disebut Ogah Berkonflik demi Kepentingan 2024 Kredit Foto: Antara/Antara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas kesal dengan Presiden Joko Widodo gara-gara reshuffle kabinet.

"Saya menyebutnya reshuffle banci. Sebab, hanya menyasar menteri yang tidak memiliki partai politik," ujar Fernando kepada GenPI.co, Kamis (16/6).

Baca Juga: Jubir Habib Rizieq Buka-Bukaan Soal Ditolaknya Ceramah UAS di Jonggol, Kalimatnya Tegas!

Menurutnya, reshuffle tersebut hanya mengakomodir PAN dan eks Panglima TNI Hadi Tjahjanto sebagai orang dekatnya Jokowi.

"Selain itu, kemungkinan untuk mengakomodir PDIP yang berdasarkan informasi sangat menginginkan posisi mendagri dijabat kadernya," tambahnya.

Fernando mengatakan karena alasan itu, Jokowi tampaknya mengabaikan beberapa menteri yang gagal menjalankan tugasnya.

Misalnya, Menkominfo Johnny G. Plate yang gagal membersihkan banyak konten-konten provokasi di pemberitaan maupun media sosial.

Selain itu, katanya, menteri pertanian juga gagal dalam melaksanakan tugas dari Jokowi, terutama soal pemberhentian impor kebutuhan pangan.

Baca Juga: Banyak DPW Partai NasDem Dukung Anies Baswedan, Surya Paloh Tak Perlu Pikir-Pikir Lagi

"Abdul Halim Iskandar juga gagal memimpin Kemendes PDTT. Sebab, dia diduga mengarahkan kepala desa berbicara tiga periode dalam acara Silaturahmi Nasional Apdesi 2022," ucap Fernando.

Fernando mengatakan beberapa menteri lain juga sebenarnya perlu mendapat sorotan dan evaluasi tajam.

"Namun, saya melihat Jokowi sangat tersandera kepentingan partai politik sehingga tidak mau berkonflik demi kepentingan 2024," kata Fernando.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan