Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Satu Hal yang Paling Dimau Rakyat Amerika Terjadi pada Donald Trump, Game Over!

Satu Hal yang Paling Dimau Rakyat Amerika Terjadi pada Donald Trump, Game Over! Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Warta Ekonomi, Washington -

Sebuah jajak pendapat terbaru menyebutkan bahwa mayoritas  rakyat Amerika Serikat ingin agar Donald Trump dipidana.

Tuntutan tersebut sehubungan dengan serangan 6 Januari 2021 yang terjadi US Capitol, yang mana mantan orang nomor 1 di AS itu dituding sebagai dalangnya.

Baca Juga: Dosa Donald Trump Terkuak, Konspirasi Maut Demi Kekuasaan Amerika

Melansir Newsweek, Rabu (16/6/2022), survei tersebut dilakukan oleh sebuah lembaga bernama Navigator Research.

Dikatakan, sebanyak 54 persen responden mendukung gagasan Departemen Kehakiman (DOJ) mendakwa Trump. Sedangkan 37 persen responden dalam survei  menentang saran tersebut.

Survei itu  juga mengungkapkan bahwa Partai Republik adalah satu-satunya kelompok partisan yang mayoritas tidak ingin Trump didakwa atas kerusuhan Capitol dan upayanya untuk membatalkan pemilihan presiden 2020. 

Jajak pendapat tersebut menemukan bahwa hampir tiga perempat dari Partai Republik (71 persen) menentang DOJ yang mengajukan tuntutan pidana terhadap Trump. Sementara itu, sebanyak  21 persen lainnya, mendukung gagasan tersebut.

Sebagai perbandingan, 86 persen Demokrat dan 47 persen Independen yang disurvei mengatakan mereka mendukung Trump menghadapi tuntutan atas kerusuhan Capitol.

Empat dari lima responden kulit hitam (80 persen) juga percaya Trump harus didakwa. Selain itu 49 persen orang kulit putih, 58 persen pemilih Hispanik dan 65 persen orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik mendukung gagasan tersebut.

DOJ dan Jaksa Agung Merrick Garland telah didesak oleh anggota panel DPR untuk mengajukan tuntutan terhadap Trump.

Desakan tersebut berdasarkan bukti yang sudah dipublikasikan dan apa yang akan disajikan selama dengar pendapat komite.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan