Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Negara Kaya Kompak Stop Impor Emas dari Rusia, Bisa Rugi 15,5 Miliar Dolar

Negara Kaya Kompak Stop Impor Emas dari Rusia, Bisa Rugi 15,5 Miliar Dolar Kredit Foto: Reuters/Anton Vaganov
Warta Ekonomi, London -

Negara-negara kaya kompak melarang impor emas dari Rusia. Sanksi tersebut diharapkan dapat memukul Negeri Beruang Merah, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda bakal mengakhiri konflik Ukraina. Mengingat emas merupakan ekspor andalan kedua negara tersebut, setelah energi.

Data pemerintah Inggris menyebut, kontribusi ekspor emas terhadap perekonomian Rusia pada tahun 2021, mencapai 15,5 miliar dolar AS.

Baca Juga: Eks Presiden Rusia Bikin Kejutan, Perang Dunia III Terus Disebut-sebut Jika Situasi...

Kebijakan stop impor emas Rusia itu telah disampaikan Presiden AS Joe Biden, Minggu (26/6/2022).

Saat ini, para pemimpin G7 bertemu di Jerman untuk membahas cara-cara baru menghukum pemerintahan Presiden Vladimir Putin atas invasi ke Ukraina. Sambil terus mencari cara untuk mengurangi dampak tekanan ekonomi global.

"Amerika Serikat telah mengenakan biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada Putin. Kami menyetop semua upayanya untuk mendanai perang Ukraina. Termasuk ekspor emas, yang menghasilkan puluhan miliar dolar AS untuk Rusia," cuit Biden via akun Twitter resminya, Senin (27/6/2022).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meyakini, aksi stop impor emas Rusia akan memberikan pukulan yang cukup keras terhadap Putin.

"Langkah-langkah yang kami umumkan hari ini, akan langsung menghantam oligarki Rusia dan menyerang jantung mesin perang Putin," kata Johnson, seperti dikutip dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Downing Street, Minggu (26/6/2022). 

Baca Juga: Jaksa Agung Jamin Tak Ada Lobi di Kasus Pembunuhan Brigadir J: Kita Akan Profesional di Persidangan

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: