Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Militer Amerika Gelar Serangan yang Incar Pemimpin al-Qaeda di Suriah

Militer Amerika Gelar Serangan yang Incar Pemimpin al-Qaeda di Suriah Kredit Foto: Reuters/Lukas Barth
Warta Ekonomi, Washington -

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan AS menggelar sebuah serangan di Provinsi Idlib, Suriah pada Senin (27/6/2022) kemarin. Serangan itu mengincar pemimpin milisi bersenjata Al-Qaeda.

Dalam pernyataannya militer AS mengatakan target serangan tersebut adalah Abu Hamzah al Yemeni, seorang "pemimpin senior" al Qaeda yang berkaitan dengan Hurras al-Din. Serangan dilakukan saat ia sedang berjalan sendirian dengan sepeda motor.

Baca Juga: Ada Pesan Mengerikan dari Alqaidah Usai Penghinaan Nabi, India Buru-buru Perketat Keamanan

Militer AS menambahkan tinjauan awal mengindikasi tidak ada warga sipil yang terluka dalam serangan itu.

Dalam sebuah cicitan di Twitter, organisasi kemanusian Syrian Civil Defence melaporkan seorang pria tewas terburu tepat sebelum tengah malam. Setelah sepeda motor ia bawa ditembak dengan dua roket.

Organisasi itu menambahkan jenazah pria tersebut sudah dipindahkan ke departemen forensik di Kota Idlib.

Dikutip dari Counterextremis.com, Hurras al-Din (HaD) didirikan pada 27 Januari 2018. Kelompok itu terbentuk dari tujuh faksi pemberontak ekstremis Suriah. Sepuluh faksi pemberontak yang lebih kecil kemudian bergabung beberapa bulan kemudian.

Seluruh sejarah ideologi dan pemimpin-pemimpinnya berkaitan dengan al-Qaeda. Pemimpinnya didominasi vetera Al-Qaeda yang bukan orang Suriah. Pada Agustus tahun lalu mereka mengaku bertanggung jawab atas ledakan bus Garda Republik di Damaskus, Suriah.

Walaupun pemerintah Suriah mengklaim ledakan terjadi karena "sirkuit pendek". HaD mengaku bila ledakan itu merupakan balas dendam pada Presiden Bashar al-Assad atas tindakannya di Kota Daraa, Suriah. Sopir bus tewas dan tiga lainnya terluka dalam ledakan tersebut.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan