Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ingatkan Masalah Migor Sebelumnya, PKS Minta Pemerintah Jangan Salah Fokus Soal Ekspor CPO

Ingatkan Masalah Migor Sebelumnya, PKS Minta Pemerintah Jangan Salah Fokus Soal Ekspor CPO Kredit Foto: Instagram/Mulyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah untuk Berhati-hati menerapkan kebijakan ekspor CPO dan turunannya. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto.

Rencana ini ekspor ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, awal pekan ini. Luhut sudah meminta Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, untuk mempercepat pelaksanaan rencana ekspor CPO tersebut ke beberapa negara.

Mulyanto mengingatkan agar pemerintah jangan salah fokus terkait masalah ini karena dianggap hanya untuk kepentingan pengusaha CPO dan Minyak goreng.

“Pemerintah jangan salah fokus terkait dengan soal tersebut. Semestinya Pemerintah tidak fokus untuk menggesa ekspor CPO demi keuntungan pengusaha CPO dan minyak goreng,” ujar Mulyato sebagaimana dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (7/5/22).

Mulyato juga menyebut bahwa prioritas atau yag mendesak untuk dilakukan saat ini adalah memenuhi kebutuhan CPO dan minyak goreng dalam negeri.

Baca Juga: Singgung Janji Luhut Soal Minyak Goreng, Mulyanto PKS Sebut Kebijakan Mendesak Ini Perlu Dilaksanakan Segera

Hal ini menurut Mulyanto perlu dilakukan agar masalah krisis migor sebelumnya tidak terjadi lagi.

“Yang lebih prioritas adalah fokus untuk memenuhi kebutuhan CPO dan minyak goreng (migor) domestik. Jangan sampai muncul kembali kasus kelangkaan bahan baku migor seperti sebelum-sebelumnya," kata Mulyanto.

Terkait kapasitas tangki-tangki industri CPO dan migor yang penuh, Mulyanto menilai, justru ini adalah hal positif bagi Pemerintah untuk terus menggesa produsen CPO ini mengosongkan tangki-tangki tersebut melalui produksi migor, baik kemasan ataupun curah, bagi keperluan dalam negeri.

"Produksi migor untuk pasar domestik harus diprioritaskan, sampai pasar banjir dan harga migor benar-benar sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) yang telah ditetapkan.

Mulyanto mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan miyak goreng lagi apabila kebijakan ekspor ini buru-buru dilakukan.

“Jangan belum apa-apa Pemerintah sudah menggesa untuk ekspor CPO tersebut. Nanti kita akan mengalami kelangkaan bahan baku migor lagi. Padahal harga migor hari ini masih jauh di atas HET" tambahnya.

Baca Juga: Kenyataan Pahit di Era Jokowi RI Masuk 100 Negara Termiskin di Dunia

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: