Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rusia Masih Serang Ukraina Setelah Misi Perdamaian Jokowi, Yenny Wahid: Yang Tak Kalah Penting, Rakyat Kita Doyan Mi Instan

Rusia Masih Serang Ukraina Setelah Misi Perdamaian Jokowi, Yenny Wahid: Yang Tak Kalah Penting, Rakyat Kita Doyan Mi Instan Kredit Foto: Antara/Saiful Bahri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Misi perdamaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina telah selesai dilaksanakan. Namun, setelah misi tersebut pihak Rusia tetap melakukan serangan ke Ukraina. Hal ini ditanggapi oleh Putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zaanuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid.

Ia menilai misi kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia tidak bisa ditafsirkan gagal hanya karena serangan tersebut. Menurutnya, banyak sasaran lain yang ingin dicapai Jokowi selain menghentikan konflik bersenjata.

Baca Juga: Jokowi Dianggap Gagal dalam Misi Perdamaian Rusia-Ukraina, Yenny Wahid: Tak Banyak Orang Bisa Diterima Dua Belah Pihak

"Dalam pengamatan saya, banyak sasaran lain yang ingin dicapai oleh Presiden selain menghentikan konflik bersenjata, yang tidak kalah pentingnya, misalnya: mengamankan rantai pasokan bahan makanan dan enerji," tulis Yenny Wahid di Twitternya yang dikutip FAJAR.CO.ID, Sabtu (2/7/2022).

Dia menambahkan, Indonesia merupakan salah satu pengimpor terbesar tepung gandum. "Indonesia adalah salah satu pengimpor terbesar tepung gandum krn rakyat kita doyan makan mie instan," bebernya.

Presiden Jokowi, menurut Yenny Wahid, memperjuangkan agar pasokan gandum dari Ukraina bisa keluar ke pasar bebas termasuk ke Indonesia.

Baca Juga: Siapa Bilang Misi Jokowi Gagal? Yenny Wahid Beri Pembelaan: Presiden Perjuangkan Pasokan Gandum dari Ukraina

"Nah Presiden @jokowi memperjuangkan agar pasokan gandum dari Ukraina bisa keluar ke pasar bebas termasuk ke Indonesia, agar tidak terjadi kenaikan harga bahan makanan seperti kasus minyak goreng," bebernya.

Termasuk, tambah Yenny Wahid, pasokan pupuk dari Rusia dan Ukraina, karena ini akan berakibat pada nasib petani.

"Tidak banyak orang bisa diterima dua belah pihak, karenanya kita musti berbangga Presiden kita mampu melakukan terobosan itu," pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan