Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Padahal Baru Menteri Luar Negerinya yang Pergi ke G20, tapi Barat Mulai Kelojotan dengan Rusia

Padahal Baru Menteri Luar Negerinya yang Pergi ke G20, tapi Barat Mulai Kelojotan dengan Rusia Kredit Foto: AP Photo/Alexander Zemlanichenko
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov terbang ke pulau Bali untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri G20.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Lavrov dan menteri luar negeri China Wang Yi semuanya akan menghadiri pertemuan itu.

Baca Juga: Terkuak Pertengkaran Hebat Putin dan Macron, 4 Hari Sebelum Invasi Pertama Dilakukan Rusia

Pertemuan tersebut kemungkinan akan dibayangi oleh perang Rusia di Ukraina dan perpecahan yang mendalam di dalam blok tentang bagaimana menanggapi krisis. 

Muncul juga kekhawatiran di antara pemerintah Barat meningkat tentang dampak perang pada biaya makanan dan bahan bakar, yang telah mendorong PBB untuk memperingatkan "perang yang belum pernah terjadi sebelumnya. gelombang kelaparan dan kemelaratan”.

Pertemuan itu akan menandai pertama kalinya Lavrov bertemu dengan rekan-rekan dari negara-negara yang sangat kritis terhadap perang.

Analis mempertanyakan berapa banyak yang dapat dicapai oleh G20, yang penuh dengan perpecahan tentang bagaimana mengelola perang di Ukraina dan dampak globalnya.

Sementara anggota barat menuduh Moskow melakukan kejahatan perang dan menjatuhkan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang lain --seperti China, Indonesia, India, dan Afrika Selatan-- belum mengambil sikap kritis yang sama.

Sebelumnya, pada Rabu (6/7/2022), Lavrov meminta semua pihak di dunia untuk melakukan upaya untuk melindungi hukum internasional.

"Dunia berkembang dengan cara yang rumit," ujarnya, dilansir The Guardian.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: