Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Duh... Sejumlah Kader PPP Desak Suharso Monoarfa Segera Mundur dari Posisi Ketua Umum: Kami Kader Semenjak Orde Baru...

Duh... Sejumlah Kader PPP Desak Suharso Monoarfa Segera Mundur dari Posisi Ketua Umum: Kami Kader Semenjak Orde Baru... Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bergejolak, sejumlah kader mendesak agar Suharso Monoarfa segera mundur dari Ketua Umum.

Kader yang menamakan diri sebagai Front Kader Penyelamat (FKP) PPP ini khawatir akan kebijakan dan aturan sewenang-wenang yang dilakukan Suharso.

"Kami adalah kader militan PPP sejak masa orde baru hingga saat ini. PPP sebagai rumah besar umat Islam Indonesia terus diperjuangkan agar terakomodirnya kepentingan Umat Islam dalam mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Indonesia," kata perwakilan FKP PPP, Wahyudin dalam keterangan, Senin (19/7).

Baca Juga: Anies Baswedan Mohon Buka Kuping Lebar-lebar, Rocky Gerung Kasih Pesan Nggak Main-main untuk Anda: Harus Proaktif, Langsung Deklarasi!

Menurutnya, tidak adanya lagi identitas yang dimunculkan oleh ketua umum yang melambangkan perjuangan dan nilai sejarah yang menjadi dasar pergerakan PPP. Dia melanjutkan, pada 2019 lalu partai hampir tidak lolos parliamentary threshold (PT) dan survei teranyar mendapati elektabilitas partai 1,7 persen.

"Kami takut PPP hilang di 2024. Tentunya kami yakin bahwa Bapak Presiden pun tidak ingin PPP tinggal sejarah dan PPP hilang," katanya.

Wahyudin menuding dia dan kader lain sebagai loyalis kader PPP digusur dengan kebijakan yang memberatkan PPP karena kepentingan pribadi. Dia berharap persoalan yang ada bisa cepat diselesaikan untuk menyelamatkan organisasi PPP dari ambang kehancuran. "Biarkan kader, pengurus dan simpatisan bekerja merebut hati rakyat dan bersama membangun hingga 2024," katanya.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Dirut Baru BTPN, Ini Perjalanan Karir Henoch Munandar

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: