Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Biar Digitalisasi UMKM Kian Masif, Dua Ekosistem ini Wajib Diperkuat

Biar Digitalisasi UMKM Kian Masif, Dua Ekosistem ini Wajib Diperkuat Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Patut Diakui keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peran yang amat besar dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pasalnya, sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian yang memberikan kontribusi 61, 07% terhadap PDB nasional. Oleh karena itu, digitalisasi UMKM di era digital sudah menjadi keharusan agar sektor ini mampu beradaptasi dan terap memiliki peran besar bagi perekonomian.

Melihat hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar mampu bertahan, berkembang dan bertumbuh di tengah tantangan pasca pemulihan pandemi Covid-19, salah satunya melalui agenda akselerasi transformasi digital Nasional.

"Agenda ini juga turut mendukung penguatan potensi sekaligus ketahanan UMKM Indonesia. Transformasi digital UMKM merupakan salah satu bentuk kesigapan dalam mengatasi perubahan tren gaya bisnis yang terjadi secara global," Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal Kemenkominfo, dalam webinar Recovery Phase, New Habbits: Integration and Urgency Digital Transformation for MSMEs yang digelar oleh Warta Ekonomi, di Jakarta, belum lama ini. Baca Juga: Pakai Jasa GoSend, Penjualan UMKM Glatuk Meningkat Hampir 100%

Kemenkominfo kata Dia, terus mendorong pelaksanaan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan dan berkelanjutan agar masyarakat termasuk UMKM dapat betul-betul merasakan manfaat dari agenda ini.

Menurutnya, dari 65,47 juta UMKM yang ada di Indonesia baru 19 juta pelaku UMKM yang masuk dalam ekosistem digital dan memanfaatkan e-commerce. Oleh sebab itu Digitalisasi UMKM yang ideal pada prinsipnya didorong oleh dua ekosistem yaitu ekosistem UMKM itu sendiri dan ekosistem e-commerce.

"Keduanya ini harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha. Penguatan dua ekosistem ini harus dilakukan secara berimbang guna mendorong iklim usaha yang adil dan setara sekaligus memastikan fair playing field bagi setiap aktor yang terlibat di dalamnya," jelasnya.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2022, Zurich Syariah Targetkan Premi Tumbuh 50%

Halaman:

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement

Bagikan Artikel: