Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Andika Perkasa Dibanding-Bandingkan dengan Gatot Nurmantyo Soal Pilpres 2024, Ternyata...

Andika Perkasa Dibanding-Bandingkan dengan Gatot Nurmantyo Soal Pilpres 2024, Ternyata... Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa diingatkan terkait pencalonan sebagai bakal calon presiden (capres). Hal itu dilontarkan oleh Pengamat pertahanan dan keamanan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Robi Sugara.

"Ketika nama Andika masuk ke bursa capres, itu sudah pasti ditarik pada kepentingan politik, sementara dirinya masih menjabat sebagai Panglima TNI," katanya di Jakarta, Minggu (25/7/2022).

Menurut dia, secara aturan tidak ada yang dilanggar oleh Andika dalam tindakannya itu, tetapi secara etika mencederai profesionalitas TNI di kemudian hari.

Baca Juga: Dokter F Ditunjuk untuk Autopsi Brigadir J, Jenderal Andika Mewanti-Wanti: Jaga Kredibilitas!

Robi menyebut ada dua alasan kinerja Andika sebagai Panglima TNI berpotensi ganda dengan kepentingan politik.

Pertama, pengumuman akhir pengusungan calon presiden secara definitif dari Partai NasDem kemungkinan akhir tahun 2022.

"Andika dengan jabatan yang dipimpinnya akan memanfaatkan power tersebut untuk memengaruhi NasDem mengusungnya, sebab secara personal Andika seperti membiarkan usulan dari NasDem tersebut dan ini berpotensi abuse of power," ujarnya.

Lebih lanjut, Robi melihat beda sikap antara Andika dengan Panglima TNI 2015-2017 Gatot Nurmantyo.

Gatot secara tegas ketika menjabat sebagai Panglima TNI mengatakan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan atau tidak bersedia dicalonkan sebagai presiden selagi dirinya menjabat sebagai Panglima TNI.

Baca Juga: Elektabilitas Anies dan Prabowo Tersingkir, Siapa Sangka Sosok Ini yang Peringkat Pertama

Alasan kedua, menurut Robi, ketika tidak ada sikap yang jelas oleh Andika, maka pekerjaannya sebagai Panglima TNI berpotensi menjadi tidak profesional.

"Sebab apa pun yang akan dilakukannya saat ini pasti sarat ditunggangi dengan pencitraan dirinya untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas,” jelasnya. 

Baca Juga: Jamin Keamanan Data Nasabah, Berikut Deretan Fitur Keamanan AXA Mandiri

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Advertisement

Bagikan Artikel: