Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bahlil Optimistis Indonesia masih Jadi Tujuan Investasi

Bahlil Optimistis Indonesia masih Jadi Tujuan Investasi Kredit Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, optimistis Indonesia masih akan jadi negara tujuan investasi dunia pada tahun 2023.

"Kalau ditanya apa masih optimis Indonesia ke depan jadi salah satu negara tujuan investasi? Sangat optimis," katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut Bahlil, keyakinan tersebut lantaran fondasi ekonomi Indonesia yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44% pada triwulan II 2022 (yoy) dengan tingkat inflasi yang terjaga di 4,35% pada Juni 2022 (yoy) di tengah ketidakpastian global yang mendera dunia.

Optimisme Bahlil juga didasarkan atas arahan Presiden Jokowi agar target investasi pada 2023 harus lebih tinggi dari target tahun 2022 sebesar Rp 1.200 triliun.

Target investasi yang lebih tinggi itu, meski diakuinya belum final angkanya, dibutuhkan untuk bisa mengisi ruang pembiayaan yang menurun karena defisit APBN harus dijaga di bawah 3%.

"Agar tetap pertumbuhan kita di atas 5%, instrumen ini adalah investasi. Jadi saya yakinkan investasi ke depan akan di atas Rp 1.200 triliun," imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Minta Ketahanan APBN 2023 Diuji Hadapi Risiko Global

Salah satu sektor yang menjadi tujuan investasi ialah industri keramik. Menurut catatan Kementrian Perindustrian pada semester pertama 2022, industri keramik mencatatkan investasi dengan total Rp17,7 triliun.

Tiga investasi di antaranya tersebar di Kawasan Industri Kendal, Batang dan, Mojokerto dengan total investasi sebesar Rp3,2 triliun. Kemudian yang keempat dari PT Kohler Manufacturing Indonesia yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat dengan nilai investasi awal sebesar Rp14,5 triliun.

Baca Juga: KB Bukopin Gandeng PPA Untuk Kelola Aset Berkualitas Rendah Senilai Rp 1,3 Triliun

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: