Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menparekraf Instruksikan Penataan Waktu Penyelenggaraan Event Daerah agar Tak Bersamaan

Menparekraf Instruksikan Penataan Waktu Penyelenggaraan Event Daerah agar Tak Bersamaan Kredit Foto: Kemenparekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta kepada kepala daerah agar merancang waktu penyelenggaraan event di daerah masing-masing supaya tidak menumpuk di satu periode waktu tertentu.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, penataan waktu ini sangat penting agar dapat terus menjaga momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: ReCharge Dapat Dukungan Kemenparekraf untuk Ekspansi Layanan di Sektor Pariwisata

"Kita tahu event menjadi salah satu cara efektif dalam menarik minat kunjungan wisatawan ke satu daerah," kata Menparekraf Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/8/2022).

Menurut Sandiaga, event dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan tidak hanya tentang kualitas acara, tapi juga waktu pelaksanaan agar tidak semuanya dilangsungkan dalam satu periode waktu tertentu. Selama ini banyak pemerintah daerah menumpuk kegiatannya di akhir tahun atau semester kedua sehingga akan membuat banyak event di daerah berlangsung di waktu yang sama dan berpengaruh pada minat kunjungan wisatawan.

"Pesan saya, untuk event agar waktunya jangan semua bersamaan di akhir tahun atau di semester kedua, tapi diratakan (di setiap bulan)," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

KolaborAksi merupakan forum yang dihadirkan Kemenparekraf sebagai upaya meningkatkan sinergi sekaligus penyelarasan kebijakan dan langkah strategis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terkait pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional. Saat acara yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, sejumlah kepala daerah dalam paparannya menyatakan ingin menjadikan event sebagai salah satu ujung tombak kegiatan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing.

"Walau sektor ini yang paling terdampak akibat pandemi, saat ini sudah kembali menggeliat. Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II tumbuh 5,44 persen yang ditopang oleh pariwisata dan ekonomi kreatif di nomor dua terbesar yang tumbuh 9,76 persen," kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf mengajak kepala daerah untuk terus menggeliatkan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam konsep pariwisata dan ekonomi kreatif berkualitas dan berkelanjutan.

"Posisi Indonesia naik 12 peringkat (TTDI), ini pertama kali kita melewati Thailand dan Malaysia. Juga pariwisata kita mendapatkan apresiasi karena kita bisa melewati pandemi dengan protokol kesehatan, vaksinasi, juga kebangkitan pariwisata berbasis kualitas dan berkelanjutan," kata Sandiaga.

Baca Juga: Pantesan Putri Candrawathi Menangis, Ternyata Disini Tempat Eksekusi Brigadir Yosua

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: