Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penasihat Presiden Donald Trump Dapat Ancaman Pembunuhan dari IRGC Iran

Penasihat Presiden Donald Trump Dapat Ancaman Pembunuhan dari IRGC Iran Kredit Foto: AP/Evan Vucci
Warta Ekonomi, Washington -

Seorang anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran berencana untuk membunuh mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton. Tuduhan ini dilayangkan pihak berwenang Amerika Serikat.

Pada Rabu (10/8/2022) waktu setempat, Departemen Kehakiman AS mengungkapkan tuduhan terhadap seorang agen Iran, Shahram Poursafi. Departemen Kehakiman menuduh Poursafi menawarkan bayaran sebesar 300 ribu dolar AS kepada seorang individu tak dikenal yang tinggal di AS untuk melakukan pembunuhan di Washington, DC atau Maryland.

Baca Juga: Inflasi Amerika bakal Ditumpas, Nancy Pelosi Siap Sahkan Undang-Undang Ini

Bolton menjabat sebagai penasihat keamanan nasional di bawah mantan Presiden Donald Trump. Tetapi dia meninggalkan jabatannya sebelum serangan pesawat tak berawak AS membunuh Soleimani di Baghdad pada Januari 2020.

“Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, melalui terdakwa, mencoba membuat rencana yang berani yaitu membunuh seorang mantan pejabat AS di tanah AS sebagai pembalasan atas tindakan AS,” ujar seorang pengacara untuk Washington, Matthew Graves, dilansir Aljazirah, Kamis (11/8).

“Iran dan pemerintah musuh lainnya harus memahami bahwa Kantor Kejaksaan AS dan mitra penegak hukum kami akan melakukan segala daya kami untuk menggagalkan plot kekerasan dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," kata Graves menambahkan.

Teheran menolak tuduhan AS tersebut. Teheran menilai tuduhan AS sangat konyol dan tidak berdasar.

“Iran memperingatkan tindakan apa pun terhadap warga Iran dengan dalih tuduhan konyol dan tidak berdasar ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani.

Menurut Departemen Kehakiman, agen Iran itu memiliki target lainnya dan dia akan membayar 1 juta dolar AS kepada pihak lain untuk membunuh target tersebut. Namun Departemen Kehakkman tidak memberikan rincian mengenai siapa yang akan menjadi target selanjutnya.

Departemen Kehakiman mengatakan, Poursafi telah menjadi buron dan dia  mungkin diadili atas dua tuduhan. Termasuk menyediakan dan berusaha memberikan dukungan material untuk rencana pembunuhan transnasional. Poursafi menghadapi hukuman penjara 15 tahun atas tuduhan itu.  

Mantan perwira intelijen CIA, Glenn Carle, mengatakan, tanggapan apa pun atas pembunuhan Soleimani akan menargetkan orang-orang dengan level yang cukup sepadan" dengan sang jenderal. Sementara itu, Gedung Putih memperingatkan bahwa Teheran akan menghadapi konsekuensi berat jika menargetkan orang Amerika.

“Jika Iran menyerang salah satu warga negara kami, termasuk mereka yang terus melayani Amerika Serikat atau mereka yang sebelumnya bertugas, Iran akan menghadapi konsekuensi yang berat," ujar Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Dirut Baru BTPN, Ini Perjalanan Karir Henoch Munandar

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: