Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ferdy Sambo Ngaku Sakit Hati, Ayah Brigadir J Kebingungan

Ferdy Sambo Ngaku Sakit Hati, Ayah Brigadir J Kebingungan Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ayah almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J menanggapi alasan Ferdy Sambo yang menyebut sakit hati terhadap Brigadir J. Ferdy Sambo mengaku sakit hati dengan aksi Brigadir J terhadap istrinya yang menjatuhkan harkat dan martabat sehingga memerintahkan tersangka E dan RR untuk membunuh Yoshua.

Samuel Hutabarat, ayah Yoshua Hutabarat, mengaku bingung dengan keterangan Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut.

Baca Juga: Ya Ampun… Eko Kuntadhi Loyalis Ganjar Pranowo Bilang Nggak Perlu Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Diungkapkan ke Publik

"Kami dari keluarga merasa bingung atas keterangan resmi yang dikeluarkan Mabes Polri yang mengatakan unsur sakit hati yang dimulai sejak dari Magelang hingga Sambo membunuh Yoshua," katanya saat dihubungi dari Jambi, Kamis (11/8).

Dalam kasus ini, dia berharap Mabes Polri bisa menyampaikan secara transparan kepada publik dan jangan sampai ada yang ditutupi. "Saya minta kepada penyidik Mabes Polri untuk buka saja kasus ini secara transparan dan jangan ada yang ditutupin," kata Samuel Hutabarat.

Sebelumnya, pihak penyidik Mabes Polri telah memeriksa tersangka Ferdy Sambo di Mako Brimob Kepala, Dua, Jakarta dan hasilnya Ferdy mengaku melakukan aksinya setelah dia menerima telepon dari sang istri Putri Candrawathi.

Tersangka Ferdy Sambo merasa sakit hati karena aksi almarhum Yoshua terhdap istrinya yang menjatuhkan harkat dan martabat, sehingga Ferdy perintahkan tersangka E dan RR untuk membunuh Yoshua.

Baca Juga: J Trust Bank Bidik Pembiayaan KPR Capai Rp 25 Miliar Per Bulan di 2023

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: