Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cari Referensi, Hindari Plagiasi

Cari Referensi, Hindari Plagiasi Kredit Foto: Unsplash/dlxmedia.hu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konten positif di media sosial bisa membangun citra baik dan membuka peluang usaha. Sekarang ini apa pun bisa dijadikan konten menarik, mulai dari sesuatu yang disuka hingga cerita pengalaman pribadi atau kegagalan dalam suatu proses. Terpenting, konten yang diproduksi bukan hasil plagiasi.

Plagiasi merupakan tindakan pencurian, terutama ketika ide atau karya tersebut merupakan hak cipta seseorang. Seorang plagiator dapat melakukan plagiasi secara sengaja atau tidak sengaja. Karena itu, setiap orang harus berhati-hati ketika mencari referensi konten dari akun medsos orang lain untuk mendapat inspirasi dalam berkarya.

Baca Juga: Etis Bermedia Digital, Jaga Etika dan Hindari Plagiasi

"Bukan mencontoh kemudian menjadi plagiat. Mencari refrensi tidak apa, itu justru terkadang menambah semangat kita untuk lebih kreatif," kata Key Opinion Leader (KOL) dan Public Figure, Fanny Fabriana saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (12/8/2022).

Konten yang menarik harus spesifik, tapi bukan berarti tidak boleh coba-coba. Sebab, dengan coba-coba terkadang seseorang bisa tahu konten apa yang sesuai dan disukai follower. Fanny menjelaskan, semua sesuai tujuan bermedia sosial.

Ketika ingin mencari peluang bisnis dan usaha, seseorang boleh mengganti teman konten. Hal ini justru menunjukkan keingintahuan terhadap target market. "Dengan berani mencoba membuat konten baru, yang sebelumnya belum pernah, itu menjadi tantangan untuk kita. Kira-kira masuk tidak. Misal sebelumnya membuat konten olahraga, kemudian ganti konten tentang masak. Ini menjadi hal baru, tapi siapa tahu dengan berani mencoba dan ada ilmu di dalamnya, informatif, ternyata tepat sasaran," kata Fanny.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Baca Juga: Kenali Peluang Cuan di Medsos

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Ketua Prodi Ilmu Komunikasi SGU, ASPIKOM, MAFINDO, Loina Lalolo Krina Perangin-angin. Kemudian Kabid Litbang RTIK Kab Blitar, Rohmad Ardianto, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL) dan Public Figure, Fanny Fabriana.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: Bukan Puan Maharani, Elektabilitas PDIP Naik Jika Calonkan Ganjar, Anies, atau Prabowo

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: