Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dari KM 50 hingga Brigadir J, Hubungan Ferdy Sambo dengan CCTV, 'Apa Iya Kebetulan?'

Dari KM 50 hingga Brigadir J, Hubungan Ferdy Sambo dengan CCTV, 'Apa Iya Kebetulan?' Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

CCTV atau Closed Circuit Television menjadi perhatian tak kala hal tersebut kembali menjadi salah satu kunci pengungkapan kasus kematian Brigadir Joshua alias Brigadir J ditangan Irjen Ferdy Sambo.

Matinya benda tersebut bahkan sampai dikaitkan dengan sejumlah kasus besar yang pernah ditangani oleh mantan kadiv propam tersebut oleh publik.

Baca Juga: Borok Ferdy Sambo Terus Dikuliti, KPK Masuk Pusaran Kasus Brigadir J

Keripikpedas.id misalnya mengunggah dua meme CCTV mati saat terjadi peristiwa kejahatan. Pertama, potongan judul berita terkait matinya CCTV saat tiga kejadian penting.

Pertama, kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), penembakan 6 aktivis Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan penembakan Brigadir J.

“CCTV mati atau offline ketika kejahatan terjadi. Apa iye kebetulan?,” tulis dia.

Kedua, foto Irjen Ferdy Sambo saat memberikan keterangan pers. Di dalamnya ada pernyataan penahanan Sambo akan menjadi sejarah kelam Polri. Baru kali ini ada jenderal bintang dua yang diduga terlibat merusak bukti-bukti kematian di rumah dinasnya.

“Apa iye kebetulan (CCTV mati atau offline ketika kejahatan terjadi)?” tanya @RamliRizal.

Akun @Ipoengkang mengungkap dugaan keterlibatan orang-orang sama. Hanya saja, kejadian dan tempatnya berbeda. Tapi, tentang CCTV, masalahnya sama, semua tidak berfungsi baik atau rusak saat kejadian kejahatan. “Hebat banget satuan tugasnya,” sindirnya.

Akun @MahaBhisma menyebut ada persamaan yang tidak bisa dihindari pada kasus-kasus besar yang ditangani Irjen Ferdy Sambo. Yakni, hilangnya bukti rekaman CCTV dan decodernya.

“Kapolri harus mengungkap ulang semua kasus yang ditangani Sambo yang berpotensi ditangani secara konspirasi pula,” desak dia.

Akun @AgungchoWibowo menyindir. Ternyata, kekompakkan tidak hanya bisa dilakukan manusia, tapi juga CCTV. Teknologi perekam itu kompak mati atau offline sebelum atau saat kejadian besar terjadi.

“Itu kelebihan CCTV di Indonesia. Kalau ada kejahatan pasti mati dan rusak,” kata @Untung6404.

Baca Juga: "Ada Judi, Sabu, Miras", Putri Candrawathi Mau Laporkan Ferdy Sambo, Brigadir J Cuma Kambing Hitam!

“Kita ketawa bareng aja sambil mikir kenapa bisa kebetulan semuanya,” ajak @naeni_romayati.

Baca Juga: Tren Harga Beras Naik, Politisi Demokrat: Ketinggian Bapak Ngomong Kendaraan Listrik dan Startup Kalau Urus Beras Aja Pontang-panting

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: