Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Salman Rushdie Penulis Ayat-Ayat Setan Sekarat, Iran: Darahnya Halal

Salman Rushdie Penulis Ayat-Ayat Setan Sekarat, Iran: Darahnya Halal Kredit Foto: Reuters/Ritzau Scanpix/Carsten Bundgaard
Warta Ekonomi, Teheran -

Penikaman atas Salman Rushdie hingga sekarat adalah buah dari kesalahan novelis kondang itu sendiri, kata pemerintah Iran.

Rushdie ditikam belasan kali oleh seorang pria di New York, Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu. Hadi Matar, pelaku aksi keji itu ialah penganut Shiah keturunan Lebanon asal Fairview, Negara Bagian New Jersey.

Baca Juga: Salman Rushdie Penulis Ayat-Ayat Setan Ditikam Berulang Kali di New York, Siapa Dia?

Dalam Perjalanan ke Neraka Media setempat menggambarkan pemuda 24 tahun itu sebagai simpatisan Hizbullah, kelompok paramiliter dan partai politik garis keras Lebanon yang memiliki hubungan erat dengan Iran.

Bagi Republik Islam Iran, Rushdie adalah penista agama, musuh Islam yang pantas dihabisi. Kebencian eksterm itu dipicu novel Ayat-Ayat Setan karya Rushdie yang menurut Tehran berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Tak lama setelah novel tersebut terbit pada 1988, pemimpin tertinggi Iran kala itu Ayatollah Ruhollah Khomaeni mengeluarkan fatwa yang menghalalkan pembunuhan Rushdie. 

Pemerintah Iran bahkan menawarkan hadiah USD 1 juta bagi orang yang berhasil merenggut nyawa penulis berkewarganegaraan Inggris itu.

Meski begitu, Iran membantah terlibat dalam penusukan pekan lalu yang telah membuat Rushdie terancam kehilangan salah satu matanya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan bahwa Tehran tidak ada kaitan sama sekali dengan pelaku. Dia pun menyebut bahwa satu-satunya orang yang layak disalahkan atas insiden berdarah itu ialah korban sendiri.

"Salman Rushdie dan pendukungnya layak disalahkan dan bahkan dikutuk," kata juru bicara itu seperti dilansir Mirror.com, Minggu (15/8/2022).

Kanaani pun menganggap wajar banyak umat Islam yang ingin mencelakai Rushdie sebagai pembalasan atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Dengan melanggar batas kesabaran lebih dari 1,5 miliar muslim dunia, Rushdie telah mengundang kekerasan atas dirinya sendiri,” ujar dia.

Meski begitu, dia kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam aksi brutal pekan lalu.

"Tak ada yang berhak menuduh Republik Islam Iran," tegas dia.

Salman Rushdie ditikam sekitar 12 kali di sebuah acara sastra di Chautauqua, New York. Salah satu pukulan di wajahnya menusuk matanya dan satu lagi ke perutnya, menusuk hatinya.

Terdapat juga luka tusuk di bagian perut dan dada.

Baca Juga: Ekonomi Makin Pulih, Penyaluran Kredit BTPN Naik Hingga 10%

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: