Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bakal Kuasai Sektor Media, Kekayaan Miliarder India Ini Meroket Lebih Tajam dari Elon Musk dan Jeff Bezos!

Bakal Kuasai Sektor Media, Kekayaan Miliarder India Ini Meroket Lebih Tajam dari Elon Musk dan Jeff Bezos! Kredit Foto: Startsunfolded/Gautam Adani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Miliarder India Gautam Adani merasakan kekayaannya yang semakin meroket, bahkan melebihi jumlah kenaikan harta bos Tesla Elon Musk dan Amazon founder Jeff Bezos. Adani baru saja menambahkan hampir USD1 miliar (Rp14,8 triliun) kekayaannya dalam satu hari setelah konglomeratnya Adani Group mengumumkan akan mengambil alih saham mayoritas di New Delhi Television (NDTV).

Kekayaan bersih Adani membengkak sebesar USD928 juta (Rp13,7 triliun) pada hari Rabu, jauh lebih besar dari Elon Musk sebesar USD532 juta (Rp7,8 triliun) dan Jeff Bezos sebesar USD204 juta (Rp3 triliun), menurut Indeks Miliarder Bloomberg.

Melansir Benzinga di Jakarta, Jumat (26/8/22) namun ini bukan hari yang istimewa bagi Adani di mana ia telah menambahkan USD59,2 miliar (Rp876 triliun) ke kekayaannya tahun ini, jumlah tertinggi bagi siapa pun dalam daftar 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg.

Baca Juga: Ingin Kuasai Sektor Media, Orang Terkaya Asia Lakukan Akuisisi Tak Bersahabat

Lonjakan besar-besaran dalam kekayaan Adani dipicu oleh pengumuman konglomeratnya yang secara tidak langsung akan membeli 29,18% saham di NDTV serta meluncurkan penawaran terbuka untuk 26% saham lainnya. Penawaran terbuka akan bernilai USD61,73 juta (Rp914 miliar).

Namun, NDTV telah berusaha untuk memblokir upaya Adani untuk mengakuisisi saham mayoritas di jaringan berita itu. Dalam pengajuan bursa ke bursa India, perusahaan mengatakan pendirinya Prannoy dan Radhika Roy telah dilarang membeli atau menjual saham di pasar sekuritas India sejak 2020 sehingga tidak dapat mentransfer saham.

Ini terjadi setelah NDTV mengeluarkan pernyataan tak lama setelah pengumuman Gautam Adani mengatakan langkah Adani Group.

Sementara itu, konglomerat Adani telah secara agresif mencaplok seluruh bisnis yang ada maupun baru yang sebagian besar didanai dengan utang, menurut Bloomberg.

Baca Juga: Tinggalkan Dolar, Indonesia dan Malaysia Sepakati Penggunaan Mata Uang Lokal

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Advertisement

Bagikan Artikel: