Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cara Lindungi Bayi, Anak, dan Remaja dari Penularan Cacar Monyet

Cara Lindungi Bayi, Anak, dan Remaja dari Penularan Cacar Monyet Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi -

Pandemi Covid-19 belum berakhir tetapi penyakit menular lain muncul. Cacar monyet (monkeypox) menyebar secara global. Di Amerika Serikat (AS), hampir setiap negara bagian dan teritori telah melaporkan kasus cacar monyet dengan lebih dari 11 ribu kasus terkonfirmasi.

Di Indonesia, kasus cacar monyet pertama sudah terkonfirmasi yang menyerang pria berusia 27 tahun asal Jakarta. Meskipun banyak pasien monkeypox yang kerap terinfeksi dari hubungan seksual antarpria, masyarakat harus tetap melindungi diri, termasuk anak-anak.

Spesialis penyakit menular pediatri Duke University School of Medicine Dr Ibukun Kalu mengatakan cacar monyet tidak menyebar semudah Covid-19 atau penyakit umum pada anak-anak. Penularannya biasanya membutuhkan kontak langsung dengan ruam orang yang terinfeksi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, cacar monyet dapat menyebar dengan menyentuh benda, kain, dan permukaan yang telah digunakan oleh penderita dan belum dibersihkan atau melalui tetesan pernapasan (droplet) yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi selama tatap muka dekat. Untuk saat ini, anak-anak lebih mungkin tertular cacar monyet dari orang yang mereka hubungi di rumah daripada di sekolah.

Namun, seorang anak yang tinggal dengan penderita cacar monyet juga berpotensi membawa virus ke tempat penitipan anak atau sekolah mereka. Berikut tips melindungi anak dari cacar monyet, dikutip dari Indian Express, Kamis (25/8/2022):

Anak berusia 0-4 tahun
Mengingat monkeypox menyebar terutama melalui kontak dekat yang berkepanjangan, bayi dan balita secara teoretis bisa mendapatkan infeksi dari pengasuh yang sakit. Itu bisa terjadi jika mereka memeluk atau mencium anak-anak, mengganti popok kotor dengan ruam yang terbuka di tangan mereka, atau melalui mainan yang terkontaminasi, serta peralatan dan tempat tidur bersama.

Spesialis penyakit menular pediatri Norton Children’s Hospital Dr Kristina Bryant mengatakan orang tua harus menganggap serius ruam baru, terutama jika itu berlangsung selama lebih dari beberapa hari atau disertai dengan demam. Setelah itu, segera hubungi dokter anak untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Jika ada paparan cacar monyet, staf penitipan anak harus mengelolanya seperti menangani virus lain dengan pembersihan menyeluruh. Mereka juga harus memastikan staf atau anak-anak dengan gejala tinggal di rumah sampai sembuh.

Anak berusia 4-10 tahun
Penting untuk menjaga anak-anak dengan ruam dan demam di rumah dan mendorong mereka untuk sering mencuci tangan. Menurut Bryant, anak-anak dalam kelompok usia ini juga memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep-konsep seperti menjaga tangan dan tubuh mereka untuk diri mereka sendiri dan tidak berbagi barang-barang pribadi.

"Ini adalah strategi yang dapat membantu mencegah penyebaran penyakit," kata Bryant.

Menurut Bryant, penting bagi orang tua dan orang dewasa di rumah untuk menyadari kesehatan mereka dan terbuka untuk mendiskusikan penyakit dengan cara yang sesuai dengan usia anak-anak mereka. Jika ada yang terinfeksi cacar monyet, mereka harus mengisolasi di ruangan yang jauh dari orang lain sejauh mungkin, memakai masker medis yang pas, dan menutupi ruam mereka dengan lengan panjang, celana, atau sarung tangan.

"Kasus pada anak-anak telah dikaitkan dengan penularan rumah tangga. Jadi cara terbaik untuk melindungi anak-anak Anda dari cacar monyet adalah orang tua melindungi diri mereka sendiri," ujar dia.

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: