Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Suguhkan Ruwatan Bumi pada Delegasi G20, Nadiem: Refleksi dari Pandemi

Suguhkan Ruwatan Bumi pada Delegasi G20, Nadiem: Refleksi dari Pandemi Kredit Foto: Kemendikbudristek
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menutup rangkaian agenda G20 bidang Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengajak para delegasi G20, negara tamu undangan, dan organisasi internasional untuk menyaksikan pagelaran seni budaya Ruwatan Bumi sebagai penggambaran pemulihan umat manusia dan semesta dari dampak pandemi.

Pagelaran ini merupakan puncak dari Festival Budaya Indonesia Bertutur serta Ruwatan Nusantara yang telah dilaksanakan selama tahun ini di berbagai penjuru tanah air.

Baca Juga: Kemendikbudristek Kenalkan Budaya Bali pada Delegasi Negara Anggota G20

Atraksi seni yang menggabungkan seni tradisi dan kontemporer ini melibatkan para pemimpin ritual, masyarakat adat, penari, musisi, serta lebih dari 100 pelantun vokal tradisional nusantara. Pementasan ritual Ruwatan Bumi ini bertempat di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur yang merupakan salah satu warisan budaya terbesar peradaban saat ini. 

"Intisari ritual Ruwatan Bumi ini adalah penyembuhan, refleksi dari pemulihan dari dampak pandemi global. Ritual 'pemurnian' melalui meruwat ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan penciptanya; selaras dengan tema Presidensi G20 bidang Kebudayaan, yakni Culture Path for Sustainable Living," kata Nadiem Makarim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/9/2022).

Baca Juga: Mendikbud Sebut RUU Sisdiknas Bakal Perbesar Peran Kampus

Larut dalam lantunan doa dan dendang, Nadiem mengajak para delegasi, tamu undangan, juga masyarakat untuk merendahkan diri di hadapan alam dan kekuatan Sang Pencipta, serta menyelaraskan kehidupan dengan perasaan cinta dan kepedulian yang baru kepada kelestarian bumi dan ibu pertiwi. 

Ruwatan Bumi merupakan rangkuman seluruh jiwa dan ekspresi Ruwatan Nusantara, diwujudkan dalam sebuah pertunjukan seni kontemporer yang melibatkan para tetua adat, 27 masyarakat adat, dan seniman dari berbagai daerah di Indonesia termasuk para seniman perempuan dari berbagai latar belakang, serta mengundang partisipasi musisi perwakilan negara-negara anggota G20.

Baca Juga: Jangkau Nasabah UMKM, Fintech KoinWorks Akusisi BPR Asri Cikupa Karya

Penulis: Andi Hidayat
Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: