Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aria Bima Sebut SBY Hanya Playing Victim, Anak Buah Mas AHY Jelas Nggak Terima, Momen Nangis Berjamaah PDIP Disinggung: Pura-pura Peduli!

Aria Bima Sebut SBY Hanya Playing Victim, Anak Buah Mas AHY Jelas Nggak Terima, Momen Nangis Berjamaah PDIP Disinggung: Pura-pura Peduli! Kredit Foto: Twitter/Aria Bima
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sukses mencuri perhatian saat memberikan pidatonya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat.

Ayah dari Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut menyebut bakal ada kecurangan di pemilu 2024 sehingga dirinya mengaku bakal “turun gunung”.

PDIP yang saat ini berstatus sebagai partai penguasa lewat beberapa kadernya telah mengeluarkan reaksi yang juga terhitung keras. Salah satu kader PDIP yang merespons hal ini adalah Aria Bima yang menyuebut bahwa SBY hanya playing victim saja dan terindikasi memiliki ketakutan di pemilu yang akan datang.

Mengenai respons Aria Bima ini, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra angkat suara. Menurutnya tuduhan playing victim harusnya dilontarkan pada PDIP yang lakukan momen ikonik “Nangis Berjamaah” saat SBY menaikkan harga BBM.

Baca Juga: Bikin Geger! Mas Anies Baswedan Mohon Pasang Kuping Baik-baik, Rocky Gerung Nggak Main-main Bakal Tegur Anda: Ngapain Dia…

“Yang suka playing victim itu mungkin teman-teman Aria Bima yang pakai adegan menangis seakan-akan korban dan dizalimi ketika BBM dinaikkan di era Pemerintahan Bapak SBY, padahal harga minyak dunia tinggi sekali, mencapai 120 bahkan 150 usd per barel,” ujar Herzaky dalam keterangan resmi yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, Selasa (20/9/22).

Hal sebaliknya menurut Herzaky terjadi saat PDIP berkuasa di mana Presiden Jokowi justru menaikkan harga BBM padahal harga minyak dunia sedang turun, bahkan pernah di angka 32-35 usd per barrel. Dulu.

Atas dasar itu, menurut Herzaky Aria Bima dan PDIP hanya pura-pura peduli.

“Dulu ternyata teman-teman Aria Bima itu pura-pura peduli, pura-pura jadi korban alias playing victim saat bbm dinaikkan di era SBY. Ternyata, teman-nya malah ketika memimpin negeri ini menaikkan harga bbm di saat harga minyak dunia sedang turun dan ketika rakyat Indonesia sedang kesusahan benar, sulit makan, sulit cari kerja, pasca pandemi,” jelas Herzaky.

Baca Juga: 'Kalau Bisa Anies Baswedan Nggak Jadi Capres!', Refly Harun Sependapat Soal Omongan SBY Terkait Tanda Ketidakadilan Pemilu 2024

Sebelumnya, Aria Bima menyebut pernyataan SBY hanya playing victim belaka.

“Itu pernyataan yang cukup menggelikan, karena merasa kalah sebelum bertanding. Karena tidak mampu memformulasikan untuk mengusung ketua umum partai, dalam hal ini AHY," ungkap Aria Bima seperti yang dikutip dari wawancara Kompas TV Siang, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Sambutan Luar Biasa Anies di Aceh, Eh Gubernur Jateng Disenggol: Yakin Kalau Ganjar ke Aceh Gak Akan Begini Sambutannya...

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: