Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kota Binjai Unggulkan Kuliner dan Kriya untuk Masuk dalam KaTa Kreatif

Kota Binjai Unggulkan Kuliner dan Kriya untuk Masuk dalam KaTa Kreatif Kredit Foto: Kemenparekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong subsektor kuliner dan kriya Kota Binjai untuk bisa masuk dalam jajaran Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif. Dia menjelaskan, sebanyak 70 pelaku ekonomi kreatif subsektor yang mengikuti workshop adalah mereka yang bergerak di subsektor kuliner dan kriya.

"Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong kebangkitan ekonomi kreatif dan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif juga pelaku UMKM dalam bereksplorasi dan mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang memiliki nilai tambah dan nilai jual yang tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Komisi X DPR RI Setujui Pagu Anggaran Definitif Kemenparekraf Tahun 2023 Rp3,3 Triliun

Menparekraf juga menyarankan pelaku UMKM untuk mengikuti program Bedakan (Bedah Desain Kemasan) yang disiapkan Kemenparekraf untuk meningkatkan penampilan kemasan produk mereka.

"Kebangkitan ekonomi bisa kita rasakan di sini dan ada kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk dengan berbagai program yang tepat sasaran, manfaat, dan waktu. Oleh karena itu, program Bedakan akan kita hadirkan," ujarnya.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, keikutsertaan para pelaku ekonomi kreatif sesuai dengan subsektor ekonomi kreatif unggulan di Binjai. "Diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan inovasi dan kewirausahaan yang sesuai dengan potensi dan kearifan lokalnya masing-masing," katanya.

Kemenparekraf dalam hal ini mendorong pihak Pemda agar dapat segera mengajukan diri untuk melakukan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). "Diharapkan Kota Binjai dapat terus konsisten dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan turut memajukan ekonomi kreatif di daerah sekitarnya," pungkasnya.

Baca Juga: Mentan Sebut Kalau Beras Mahal Masih Ada Sagu, Said Didu Nyeletuk: Jika Harga Sagu Naik Makan Apa Lagi?

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: