Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Loyalis Putin Buka-bukaan Soal Pipa Nord Stream: Joe Biden Pernah Kasih Ancaman

Loyalis Putin Buka-bukaan Soal Pipa Nord Stream: Joe Biden Pernah Kasih Ancaman Kredit Foto: Reuters/Tom Brenner
Warta Ekonomi, Moskow -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sempat mengancam menargetkan jaringan pipa gas Nord Stream 1 dan 2 jika Moskow menyerang Ukraina, kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

“Pada 7 Februari 2022, Joe Biden mengatakan, Nord Stream akan tamat jika Rusia menginvasi Ukraina. Biden berkewajiban menjawab pertanyaan apakah AS melakukan ancamannya,” kata juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova lewat akun media sosialnya, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga: Dugaan Sabotase Kuat, Mendadak Swedia Laporkan Temuan Pipa Bawah Laut Rusia

Dalam pernyataannya, Zakharova turut mengunggah video saat Biden mengatakan,  “Kami akan mengakhiri Nord Stream 2 jika tank-tank Rusia melintasi perbatasan Ukraina”.

“Pernyataan niat disokong oleh janji. Kita harus bertanggung jawab atas kata-kata kita. Eropa harus tahu kebenarannya,” kata Zakharova.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken mengomentari tentang dugaan sabotase sebagai penyebab bocornya pipa jaringan gas Nord Stream milik Rusia. Menurutnya, tak ada pihak yang berkepentingan ingin merusak fasilitas tersebut.

“Ada laporan awal yang menunjukkan, ini mungkin akibat dari serangan atau semacam sabotase. Namun ini adalah laporan awal dan kami belum mengonfirmasinya. Tapi jika hal tersebut terkonfirmasi, itu jelas bukan kepentingan siapa pun,” kata Blinken dalam konferensi pers bersama Menlu India Subrahmanyam Jaishankar, Selasa (27/9/2022).

Kendati demikian, Blinken yakin, kebocoran pipa Nord Stream tidak akan berdampak signifikan pada ketahanan energi Eropa. Sementara itu, Gedung Putih sudah menyampaikan, AS siap mendukung mitra mereka di Eropa untuk menyelidiki insiden kebocoran Nord Stream.

Pemerintah Rusia tidak mengesampingkan dugaan tindakan sabotase sebagai penyebab bocornya jaringan pipa gas Nord Stream 1 dan 2.

"Tidak ada opsi yang dikesampingkan sekarang," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov saat ditanya awak media Selasa lalu tentang apakah aksi sabotase merupakan penyebab kebocoran pipa Nord Stream 1 dan 2.

Peskov mengungkapkan, Rusia sangat prihatin atas insiden kebocoran pipa Nord Stream tersebut.

“Ini adalah berita yang sangat memprihatinkan. Memang, kita berbicara tentang beberapa kerusakan yang tidak jelas pada jalur pipa di zona ekonomi Denmark. Ini adalah masalah yang terkait dengan keamanan energi seluruh benua,” ucapnya.

Baca Juga: Lewat Rights Issue, Bank Raya Incar Tambahan Modal Rp 1,16 Triliun

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: