Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kemegahan Sembilan 'Fly Over' dan 'Underpass' yang Diinisiasi Ganjar

Kemegahan Sembilan 'Fly Over' dan 'Underpass' yang Diinisiasi Ganjar Kredit Foto: Twitter/Ganjar Pranowo
Warta Ekonomi, Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau infrastruktur jalan yang melintasi seluruh wilayahnya.

Terbaru, terealisasinya bangunan jalan layang atau fly over (FO) Ganefo, Mranggen, Kabupaten Demak, yang bakal beroperasi pada Oktober 2022.

Ganjar dalam unggahan video di akun Instagramnya @ganjar_pranowo menuliskan rasa syukurnya atas tuntasnya pengerjaan FO Ganefo.

"Alhamdulillah setelah proses yang luar biasa Fly Over Ganefo di Mranggen Kabupaten Demak, tuntas kita kerjakan. Ini untuk panjenengan semua agar memperlancar arus lalu lintas di perlintasan kereta. Uji coba kita buka mulai hari ini. Semoga memberi manfaat semakin banyak,” terang Ganjar dalam keterangan unggahannya.

Pada masa kepemimpinannya, total sudah sembilan fly over megah dan underpass yang dibangun. Terdapat satu yang masih dalah tahap pembangunan yakni, underpass dan Penataan Simpang Joglo Surakarta-Jalan Sumpah Pemuda Surakarta, yang dibangun tahun ini.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jateng Hanung Triyono menjelaskan, berikut adalah sembilan fly over dan underpass megah yang sudah diinisiasi Ganjar:

1. Fly Over Ganefo Mranggen-Demak

Pemerintah Provinsi Jateng melakukan pembangunan FO Ganefo, Mranggen-Demak yang saat ini pengerjaanya sudah mencapai 100 persen. Mulai 28-30 September, ruas itu diuji coba dan akan beroperasional penuh pada awal Oktober 2022.

"Kita uji coba layak fungsi dalam tiga hari. Tidak ada kendala, lampu menyala, marka akan dipermanenkan. Oktober nanti bisa dinikmati semua kendaraan,” kata Hanung, di sela-sela uji coba, baru-baru ini.

Dia menerangkan, proses pengerjaan FO Ganefo dimulai pada 8 Oktober 2020 dan rampung pada 22 September 2022.

Selama uji coba, jembatan hanya boleh dilewati kendaraan kecil dengan tinggi maksimal 2,1 meter. Sedangkan kendaraan besar seperti truk dan bus, masih memakai jalan eksisting di bawah jembatan.

FO Ganefo dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah, dengan sistem multiyears pada 2020, 2021, dan 2022. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp109,03 miliar.

2. Fly Over Palur yang didirikan di jalur utama Solo-Sragen

Fly over ini diresmikan Ganjar pada 2016. Fly over Palur merupakan jalan layang di kawasan Soloraya, dengan total panjang jembatan 624 meter (147 meter jalan pendekat arah Surakarta, 330 meter bentang utama struktur flyover, dan 147 meter jalan pendekat arah Karanganyar).

Pembangunan fly over ini menelan dana Rp91.429.976.000, di mana pada 2012 pelaksanaan bangunan bawah pekerjaan pondasi bore pile dengan dana Rp8.799.999.000, kemudian dilanjutkan pekerjaan bangunan atas multiyears di tahun 2013-2015 dengan anggaran Rp82.629.977.000.

3. Fly Over Dermoleng di Brebes

Ganjar meresmikan proyek infrastruktur Fly Over Dermoleng, Kabupaten Brebes, pada Rabu 25 Oktober 2017. Paket pembangunan Fly Over Dermoleng, Kabupaten Brebes untuk penyedia konstruksi PT Adhi–CDI KSO masa pelaksanaan 180 hari, dengan nilai kontrak Rp 64.299.093.100.

4. Fly Over Klonengan, Kabupaten Tegal

Paket pembangunan Fly Over Klonengan, Kabupaten Tegal, diketahui untuk penyedia konstruksi PT Hutama – Maratama KSO, masa pelaksanaan 180 hari sejak 29 Desember 2016. Dengan nilai kontrak Rp112.417.000.000. Fly over ini juga diresmikan pada 2017.

5. Fly Over Kesambi, Kabupaten Tegal

Ganjar juga meresmikan Fly Over Kesambi, Kabupaten Tegal pada Rabu 25 Oktober 2017. Paket pembangunan Fly Over Kesambi, Kabupaten Tegal, dengan penyedia konstruksi PT Abipraya – Eskapindo KSO, masa pelaksanaan 180 hari sejak 23 Desember 2016, dengan nilai kontrak Rp58.716.900.000.

6. Fly Over Kretek, Kabupaten Brebes

Paket Pembangunan Fly Over Kretek, Kabupaten Brebes, diketahui penyedia konstruksi PT Adhi – CDI KSO. Dengan masa pelaksanaan 180 hari sejak 23 Desember 2016, senilai kontrak Rp82.987.679.500. Diresmikan Ganjar pada 2017.

7. Underpass Jatingaleh Kota Semarang

Pelebaran Jalan Teuku Umar-Jl Setiabudhi (Pembangunan Underpass Jatingaleh) Kota Semarang dilakukan sepanjang 1,300 kilometer. Pembangunan dilakukan melalui dana yang bersumber dari APBN TA 2015-2017 sebesar Rp62.910.922.000.

Diresmikan awal 2018, Ganjar mengatakan dibangunnya underpass itu untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas yang jadi tradisi tiap tahun, ketika arus mudik dan balik lebaran. Adanya pembangunan ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.

8. Fly Over Purwosari Surakarta

Fly over ini beroperasi usai dilakukan peresmian oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Moeljono, dan Wali Kota Surakarta ketika itu FX Hadi Rudyatmo, pada Sabtu 13 Februari 2021. Ganjar memberikan apresiasi atas diresmikannya fly over ini.

9. Rencana Underpass dan Penataan Simpang Joglo Surakarta-Jalan Sumpah Pemuda Surakarta

Data teknis DED tahun 2022, untuk panjang penanganan 410 meter, panjang jembatan 90,9 meter (underpass tertutup), jumlah empat lajur, jenis struktur dinding diafragma dan penutup balok beton bertulang, serta jenis pondasi dinding diafragma dan bore pile.

"Penataan Simpang Joglo Surakarta, adalah upaya mengurangi/ menghilangkan pertemuan sebidang dari persimpangan tujuh ruas jalan dan jalur kereta api. Sehinggga arus barang yang melintas di utara-timur Kota Surakarta, tidak lagi menyebabkan kesemrawutan lalu lintas Kota Solo bagian utara,” kata Hanung, Kamis (29/9/2022) malam.

Baca Juga: Bank Jateng Perluas Layanan Perbankan Hingga Ke Universitas Indonesia

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: