Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Validasi Berita dengan Bertanya ke Pihak Berwenang

Validasi Berita dengan Bertanya ke Pihak Berwenang Kredit Foto: Unsplash/Markus Winkler
Warta Ekonomi, Jakarta -

Masifnya penyebaran hoaks selama pandemi Covid-19 harus menjadi pembelajaran. Masyarakat tidak boleh mudah percaya terhadap informasi yang semakin mudah didapat. Kemudian, lakukan validasi dengan menanyakan langsung ke pihak berwenang.

Kadinkes Kab. Blitar, Christine Indrawati mengatakan, sebagian informasi di dunia digital selama pandemi Covid-19 merupakan hoaks. Sayangnya masyarakat langsung mempercayainya tanpa melakukan verifikasi terhadap sumber-sumber yang bisa dipercaya.

“Saran saya konfirmasi ke tenaga kesehatan yang asli. Kemudian cari info yang benar ke Kemenkes atau turunannya, entah itu Dinkes, rumah sakit. Itu jauh lebih bisa dipercaya dari yang ada di medsos,” kata Christine saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (30/9/2022).

Baca Juga: Perilaku Masyarakat Digital Memengaruhi Penyebaran Hoaks

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Selama pandemi Covid-19, banyak hoaks berkaitan pelaksanaan vaksinasi. Informasi bohong ini tidak hanya tersebar di media sosial, tapi juga beberapa grup aplikasi percakapan. Para tenaga kesehatan, lanjut Christine, sudah dikerahkan untuk aktif melawan berita bohong terkait kesehatan.

“Kami orang kesehatan sering kesulitan meng-counter satu per satu. Bisa langsung konfirmasi ke kami melalui medsos yang bukan pribadi, medsos resmi milik instansi,” kata Christine.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Kabid Humas RTIK Kab Blitar, Dian Triwiyono. Kemudian Kadinkes Kab. Blitar, Christine Indrawati, serta mengundang Fasilitator SekNas GUSDURian dan Dosen Unigoro, Bakhru Thohir.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: UMP Jateng Rp1,9 Juta, Ganjar Pranowo Disentil: Buruh dan Rakyat Jateng Aja Tak Sejahtera, Gimana Mau jadi Presiden!

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: