Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anies dan Nasdem Sibuk Urusan Pilpres Saat Indonesia Berduka, Omongan Abu Janda Menohok: Mendahulukan Birahi Syahwat Politik

Anies dan Nasdem Sibuk Urusan Pilpres Saat Indonesia Berduka, Omongan Abu Janda Menohok: Mendahulukan Birahi Syahwat Politik Kredit Foto: Instagram/Abu Janda
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Nasdem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung di pemilihan presiden (pilpres) 2024. Melihat hal ini, Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda justru menyindir keputusan tersebut.

Ia menyebut Anies dan Nasdem malah sibuk mengurusi urusan Pilpres 2024 padahal Indonesia tengah berduka akibat adanya tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa. Abu Janda menilai bahwa Anies Baswedan dan Partai NasDem mendahului birahi syahwat politik.

Baca Juga: Anies Baswedan Sah Diusung Nasdem, AHY: Kader Demokrat Jangan Sampai Gagal Fokus!

"Saat bangsa sedang berduka saat seluruh dunia sedang turut belasungkawa.. pagi ini partai nasdem @official_nasdem dan @aniesbaswedan sibuk urusan pilpres 2024.. silahkan kalian nilai sendiri mau dipimpin orang2 yang mendahulukan birahi syahwat politik di atas tragedi bangsa?" tulisnya di Twitter dikutip Suarabekaci.id, Senin (3/10/2022).

Tidak hanya Permadi Arya, komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa juga turut memberikan sindiran. Hal itu terlihat pada cuitan di akun Twitter pribadinya @ernestprakasa. Dia memberikan pertanyaan kenapa deklarasainya terburu-buru.

Baca Juga: PDIP Ingatkan Anies Baswedan Tak Pakai Sisa Masa Gubernurnya Sebagai Panggung Usai Deklarasi Capres

Padahal kata dia, saat ini Indonesia berduka dengan adanya tragedi Kanjuruhan usai laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. Ada 125 orang meninggal dunia pada peristiwa berdarah tersebut.

"Gw ga masalah sih Nasdem mau dukung capres mana, bodo amat. Tapi apa iya deklarasinya gak bisa ditunda dikit? Kita lagi berduka, hampir 200 orang meninggal lho ini," tulisnya, dikutip Suarabogor.id.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: