Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Wapres Ma'ruf Amin Apresiasi UMKM: Kita Patut Bersyukur...

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Wapres Ma'ruf Amin Apresiasi UMKM: Kita Patut Bersyukur... Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan, kekuatan domestik yang dijaga antara lain adalah konsumsi dalam negeri dan UMKM yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi.

Wapres menjelaskan, pada triwulan II tahun ini, 51,47% PDB berasal dari konsumsi rumah tangga. Untuk itu, Pemerintah terus menjaga level daya beli dan konsumsi masyarakat melalui bantuan sosial dan bantuan langsung tunai yang mensasar rumah tangga maupun UMKM.

Baca Juga: Bersama Wapres RI Membuka ISEF Ke-9, Bos BI: Arus Baru Kemajuan Ekonomi Kita

Pemerintah juga terus menggaungkan gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Produk-produk buatan dalam negeri, tidak terkecuali produk UMKM, tidak kalah mutunya.

"Produk fesyen hijab misalnya, telah berhasil merebut hati konsumen domestik dan luar negeri. Ini harus terus kita tingkatkan. Mari kita menjadi yang pertama, memberi contoh kepada masyarakat, bangga menggunakan produk buatan dalam negeri," dalam peresmian pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke- 9 Tahun 2022, Kamis (6/10/2022).

Terkait ekonomi syariah, Wapres menjelaskan, Ekonomi syariah yang semakin menguat telah memberi daya dukung bagi stabilitas ekonomi nasional, karena teruji dalam melewati siklus ekonomi. Ekonomi syariah juga dapat diandalkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan karena bertumpu pada sektor riil sehingga berperan penting dalam pengamanan pasokan nasional.

"Kita patut bersyukur karena peringkat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tingkat global sangat baik," ujar Wapres.

Menurut Wapres, dana sosial syariahlah yang menjadi salah satu pilar ekonomi dan keuangan syariah, telah didistribusikan kepada masyarakat untuk membantu menjaga daya beli masyarakat. Pemberdayaan ekonomi syariah berbasis pesantren yang telah berjalan perlu terus kita majukan. Selain dapat meningkatkan pasokan pangan dan komoditas nasional, ekonomi pesantren juga mampu menembus pasar ekspor.

Baca Juga: AHY 'Ngebet' Jadi Cawapresnya Anies, Pengamat Ingatkan Surya Paloh Bisa Jadi Pengendali: Ini Jadi Kekuatan Tersendiri Bagi NasDem

"Oleh karenanya, pesantren di seluruh pelosok negeri harus terus kita dorong untuk menggalakkan kegiatan dan pembelajaran di bidang ekonomi dan keuangan syariah di dalam kurikulumnya.Dengan demikian, penguatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bergerak mulai dari akar rumput hingga ke level pembuat kebijakan, mulai dari usaha mikro hingga pengusaha besar.

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: