Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Survei Indikator Politik: Mayoritas Masyarakat Nilai Subsidi BBM Salah Sasaran

Survei Indikator Politik: Mayoritas Masyarakat Nilai Subsidi BBM Salah Sasaran Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indikator Politik Nasional merilis hasil survei mengenai subsisi BBM. Hasulnya, mayoritas responden menyatakan bahwa penyaluran subsidi BBM salah sasaran, karena banyak orang kaya yang menikmatinya.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan 57,1 persen responden menyatakan setuju penyaluran subsidi BBM tidak tepat sasaran, 9,5 persen menyebut sangat setuju," ujarnya.

"Mereka menilai bahwa penikmat subsidi merupakan orang mampu, misalnya karena mampu membeli kendaraan bermotor pribadi," ujar Burhanuddin dalam konferensi pers daring.

Burhanuddin menjelaskan bahwa melakukan survei dilakukan dengan metode tatap muka kepada 1.220 orang pada September 2022. Responden merupakan warga yang memiliki hak pilih, berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah.

Toleransi kesalahan survei (margin of error) itu sekitar ±2,9 persen.

Para responden yang setuju bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran berasal dari berbagai golongan, baik pekerja, wiraswasta, hingga yang belum bekerja. Adapun, mayoritas responden yang setuju subsidi tidak tepat sasaran adalah pemilik nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan mereka yang membayar pajak.

Sebanyak 34,9 persen responden menilai bahwa pemberian subsidi tunai lebih tepat. Alasannya, subsidi tunai hanya akan menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan, juga mengurangi potensi subsidi tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Pendapatan Asuransi Jiwa Capai Rp 164,55 Triliun, Turun 4% di Kuartal III 2022

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: