Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Fadel Muhammad Sebut 39 Anggota DPD Tarik Tanda Tangan: Mosi Tidak Percayanya Tidak Sah

Fadel Muhammad Sebut 39 Anggota DPD Tarik Tanda Tangan: Mosi Tidak Percayanya Tidak Sah Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebanyak 39 dari 97 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mencabut tanda tangan mosi tidak percaya untuk mencopot Fadel Muhammad dari jabatan Wakil Ketua MPR dari unsur DPD.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Fadel Muhammad. Menurut Fadel, kondisi itu cukup untuk menyatakan bahwa mosi tidak percaya sebelumnya tidak sah.

"Bila satu saja anggota DPD yang sebelumnya melakukan penandatanganan mosi tidak percaya kemudian menarik dukungan, maka sudah cukup untuk mengatakan bahwa mosi tidak percaya itu tidak sah. Apalagi saat ini jumlahnya mencapai 39 anggota dan tak tertutup kemungkinan akan terus bertambah," ujar Fadel, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (8/10/2022). Baca Juga: Minta Fadel Muhammad Diberhentikan Sebagai Anggota DPD RI, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara: La Nyalla Seperti Sedang Frustrasi!

Fadel menyatakan DPD yang menarik dukungan dari mosi tidak percaya sebelumnya telah menyadari bahwa alasan yang digunakan oleh Ketua DPD inkonstitusional.

Dalam mosi tidak percaya sebelumnya, alasan yang dipaparkan adalah Fadel dianggap lalai dalam memberikan laporan kinerja pimpinan MPR selaam tiga tahun berturut-turut.

Fadel menanggap alasan tersebut mengada-ada karena keharusan menyampaikan laporan kinerja pimpinan MPR tertuang dalam keputusan DPD Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Tertib yang diputus pada Februari 2022.

"Tata tertibnya saja baru diputus pada Februari 2022, sementara saya dibilang tidak membuat laporan selama tiga tahun," tandas Fadel. Baca Juga: Fadel Muhammad Adukan La Nyalla ke BK DPD RI

Di sisi lain, anggota DPD Wake Kako mengaku menarik diri dari mosi tidak percaya terhadap Fadel lantaran menilai proses yang berlangsung tidak sesuai prosedur. Wake juga menyampaikan dirinya berharap sengketa internal DPD dapat segera berakhir.

"Ketua DPD harus berani mengoreksi kesalahan dirinya sendiri," kata Wake.

Baca Juga: Sekda Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Fajar Sulaiman

Bagikan Artikel: