Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Alert! Ukraina Masih Rentan dengan Senjata Nuklir Rusia, NATO Diam Aja?

Alert! Ukraina Masih Rentan dengan Senjata Nuklir Rusia, NATO Diam Aja? Kredit Foto: Reuters/Alexander Ermochenko
Warta Ekonomi, Brussels -

Konsekuensi serius jika Rusia menggunakan senjata nuklir terhadap Ukraina terus disuarakan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Selasa (18/10/2022).

"Risiko serangan nuklir terhadap Ukraina, penggunaan senjata nuklir terhadap Ukraina kecil namun tentunya akan berdampak, konsekuensi yang sangat besar," kata Stoltenberg saat berpidato langsung lewat video di hadapan Forum Kebijakan Luar Negeri Berlin 2022.

Baca Juga: Iran Jadi Mimpi Buruk Baru buat Ukraina, Rusia Masih Bikin NATO Harus Kerja Ekstra Keras

"Jadi, ini adalah risiko yang harus kita tangani secara serius. Dan kami melakukannya dengan memberikan pesan jelas kepada Rusia bahwa akan ada konsekuensi serius untuk Rusia jika mereka menggunakan senjata nuklir di Ukraina," katanya. 

"Kami juga mengingatkan Rusia bahwa perang nuklir tidak bisa dimenangi dan jangan pernah diperjuangkan," kata Stoltenberg.

Menyangkut perang Rusia di Ukraina, ketua NATO itu juga menegaskan kembali bahwa aliansi militer mereka "siap untuk segala kemungkinan".

Stoltenberg mengesampingkan kemungkinan NATO memberikan perlindungan nuklir untuk Ukraina sebagai pertahanan melawan Rusia. 

Sikapnya itu menandakan bahwa perisai nuklir seperti itu hanya diperuntukkan bagi negara anggota.

Sekjen menyatakan "prioritas utama" NATO adalah menyediakan lebih banyak dukungan militer bagi Ukraina.

"Kita semua harus berbuat lebih," katanya.

Stoltenberg menuturkan bahwa putaran terbaru serangan rudal Rusia terhadap kota-kota besar Ukraina menjadi "eskalasi paling serius sejak awal perang" 24 Februari.

Baca Juga: Ngabalin Sebut Faisal Basri Si Raja Fitnah, Gigin: Omongan Orang Gila Tak Perlu Digubris

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: