Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aksi Junta Myanmar Bikin Uni Eropa Gerah, Awas bakal Ada Kejutan

Aksi Junta Myanmar Bikin Uni Eropa Gerah, Awas bakal Ada Kejutan Kredit Foto: Flickr/European Parliament
Warta Ekonomi, Brussels -

Uni Eropa (EU) menyebut serangan udara terhadap sebuah pertunjukan musik di Myanmar sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Perwakilan Khusus Uni Eropa untuk Hak Asasi Manusia Eamon Gilmore dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan serangan yang terjadi di Negara Bagian Kachin itu harus dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Anggota ASEAN Frustrasi, Rakyat Sipil yang Jadi Korban Junta Myanmar Bertambah

"Ini merupakan tindakan brutal yang menjadi tanggung jawab militer Myanmar," katanya, usai menghadiri Dialog Kebijakan ASEAN-UE ke-4 tentang HAM (The 4th ASEAN-EU Policy Dialogue on Human Rights) yang digelar pada 24-26 Oktober di Sekretariat ASEAN di Jakarta.

Kini Menurut Eamon, EU mendukung upaya mediasi yang dilakukan ASEAN, selain menunjuk utusan khusus Uni Eropa dari Myanmar untuk memantau perkembangan situasi kemanusiaan di negara itu.

Serangan udara pada Minggu malam itu menewaskan sedikitnya 50 warga sipil, menurut laporan media yang mengutip sejumlah saksi mata.

Selama di Jakarta, Eamon juga bertemu dengan sejumlah lembaga HAM di Indonesia dan sejumlah pejabat di Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam pertemuan itu, dia menggarisbawahi peran penting Indonesia di panggung internasional, baik sebagai Presiden G20 2022 maupun Ketua ASEAN 2023.

"Kami mendiskusikan banyak hal, salah satunya tentang pentingnya melanjutkan dialog antara Indonesia dan Uni Eropa terkait isu HAM, di mana kami mendiskusikan isu-isu HAM di Indonesia, di Eropa, dan juga beberapa isu internasional," kata Eamon.

Baca Juga: Keuntungan Formula E 2022 Rp5,29 Miliar, Pendukung Jokowi: Bukan Rp1,48 Triliun Seperti yang Digemborkan

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: