Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat: Bicara di Forum Internasional Para Mantan Kepala Negara, AHY Terlihat Makin Kompeten dan Berkualitas

Pengamat: Bicara di Forum Internasional Para Mantan Kepala Negara, AHY Terlihat Makin Kompeten dan Berkualitas Kredit Foto: Istimewa

“Faktor manusia, seperti kepemimpinan dan karakter pemimpin, akan menjadi faktor penentu. Manusia lah yang harus membuat pilihan sulit untuk mengakhiri perang dan konflik, mengutamakan agenda iklim, beralih ke energi terbarukan, mereformasi bisnis dan pemerintahan, dan lain sebagainya,” kata AHY, yang juga kandidat Doktor dalam pengembangan sumber daya manusia.

Ketiga, lanjut AHY, semua negara dan aktor global perlu beradaptasi dengan dinamika global. Pertukaran ide, kolaborasi dan kemitraan perlu lebih ditingkatkan. 

“Saya percaya bahwa para pemimpin global di Club de Madrid telah membuka jalan di depan ini,” tambahnya.

“Kita tidak membutuhkan institusi atau lanskap global yang sama sekali baru. Kita hanya perlu menimbang kembali urgensi untuk bekerja sama, menempatkan perspektif baru di mana semua aktor global, aktor negara dan non-negara, dapat bersatu dalam menjalankan tujuan bersama dalam mengatasi tantangan global,” tandas AHY.

AHY menyampaikan semua ini di depan tokoh-tokoh senior dari berbagai negara antara lain, Danilo Turk President of CdM and President of Slovenia (2007-2012), Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, President of Bolivia (2001-2002) Jorge Fernando Quiroga, President of Mexico Felipe Calderon (2006-2012), President of Poland (1995 – 2005) Aleksander Kwasniewski, dan President of Mali (2014-2015) Moussa Mara. Perdana Menteri Inggris (2007-2010) Gordon Brown, hadir secara virtual.

Dalam penilaian Bawono, saran-saran AHY ini menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin pada era kini, saat berbagai persoalan berjalin berkelindan, dan melampaui batas-batas geografis maupun waktu. 

"Kompleksitas persoalan yang dihadapi Indonesia pada saat ini, menuntut kepemimpinan yang memiliki integritas, wawasan luas, kompetensi keilmuan sekaligus ketegasan. Persoalan-persoalan baru ini tidak bisa dipecahkan dengan cara-cara lama, seperti yang dilakukan kepemimpinan pada saat ini," tegas Bawono.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: