Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

BPOM Uji 2.672 Sampel Makanan di KTT G20

BPOM Uji 2.672 Sampel Makanan di KTT G20 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menguji 2.672 sampel makanan dan minuman dalam pelaksanaa food security selama geralan puncak KTT G20.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, Bentuk pengawalan keamanan pangan yang dilakukan pada puncak KTT G20 berupa kitchen inspection serta sampling dan pengujian pangan olahan yang disajikan untuk Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan Tamu Negara yang hadir di Bali.

Tim Food Security BPOM tersebar di seluruh lokasi KTT, yaitu di 4 lokasi utama (Hotel Apurva Kempinski, Sofitel Resort, Garuda Wisnu Kencana, dan Taman Hutan Raya) dan 18 hotel lainnya yang digunakan sebagai penginapan tamu negara, serta titik kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga: Dibawa ke Ranah Hukum, Kemenkes, BPOM, dan Beberapa Perusahaan Farmasi akan Digugat Para Orang Tua Anak Meninggal Akibat Gagal Ginjal

"Zero tolerance ditetapkan sebagai kebijakan pengawalan keamanan pangan bagi Kepala Negara/Kepala Pemerintahan. Pangan yang disajikan bagi orang nomor satu dari tiap negara tamu tersebut harus sangat aman. Sajian yang dihidangkan dalam seluruh event yang melibatkan tamu negara tersebut tidak boleh terdeteksi mengandung zat cemaran/risiko apapun, baik berupa risiko kimia maupun mikrobiologi," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/11/2022).

Menurutnya, Pengawalan keamanan pangan sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit akibat pangan, baik yang disebabkan oleh kontaminan maupun adanya unsur kesengajaan, yang dapat menghambat suksesnya pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia dan berdampak terhadap reputasi bangsa.

Baca Juga: Demi Perkuat Penguasaan Pasar, Anak Usaha Pertamina Jalin Kerja Sama dengan KKMC

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Bagikan Artikel: