Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penelitian Tunjukkan Bitcoin Dapat Jadi Lindung Niai Alternatif Bank Sentral Hadapi Sanksi Keuangan

Penelitian Tunjukkan Bitcoin Dapat Jadi Lindung Niai Alternatif Bank Sentral Hadapi Sanksi Keuangan Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah makalah penelitian berjudul Risiko Sanksi Lindung Nilai: Mata Uang Kripto dalam Cadangan Bank Sentral yang dirilis di Universitas Harvard oleh Matthew Ferranti, Ph.D. Candidate di departemen ekonomi menyoroti terkait dengan potensi Bitcoin (BTC) yang dapat digunakan oleh bank sentral sebagai aset lindung nilai alternatif terhadap sanksi keuangan.

Dilansir dari Cointelegraph pada Kamis (24/11/2022), dengan menyoroti bahwa BTC adalah aset lindung nilai alternatif yang optimal untuk bank sentral, Ferranti berpendapat bahwa ada baiknya bagi bank sentral untuk menyimpan sejumlah kecil BTC bahkan dalam keamaan yang normal dan ketika ada risiko sanksi, bank sentral dapat memegang BTC dalam porsi yang lebih besar bersama dengan cadangan emasnya.

Baca Juga: El Savador Memperkenalkan RUU untuk Luncurkan Obligasi Bitcoin

Dalam penelitiannya ini, Ferranti menunjukkan bahwa negara yang menghadapi risiko sanksi keuangan dari Amerika Seriat telah meningkatkan cadangan emasnya dan jika dalam hal ini bank sentral tidak dapat memperoleh cukup emas untuk melindungi risiko sanksi, maka cadangan BTC akan menjadi alternatif yang optimal.

Oleh karena itu, ia menyimpulkan bahwa ada manfaat yang signifikan dalam mendiversifikasi cadangan dan mengalokasikan porsi untuk BTC dan emas karena pada akhirnya risiko sanksi dapat memacu diversifikasi cadangan bank sentral yang kemudian memperkuat kripto dan emas.

Baca Juga: Pembangunan KEK Kura-Kura Bali Diharapkan Dapat Mendukung Quality Tourism di Bali

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: