Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perkuat Pendidikan Vokasi, BPSDMI Kemenperin Gandeng KADIN

Perkuat Pendidikan Vokasi, BPSDMI Kemenperin Gandeng KADIN Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia untuk mendukung ketersediaan SDM kompeten pada sektor industri. Kerja sama tersebut salah satunya dituangkan melalui rangkaian acara Industrial Vocational Week (IVW) 2022 hari ke-3 dalam diskusi berjudul “Peran Kadin Indonesia - KADINDA dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi”. 

Kepala BPSDMI Arus Gunawan memaparkan bahwa masih banyak pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi nasional yang masih perlu dibenahi. Di antaranya ialah kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi yang masih belum selaras dengan kebutuhan industri, sehingga industri belum sepenuhnya mendapat pasokan SDM yang sesuai dengan kebutuhan.

"Untuk mendukung ketersediaan SDM Industri kompeten pada sektor industri, saya mendorong KADIN Indonesia menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan dan pelatihan vokasi," ucap Arus pada diskusi yang diadakan di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: BPSDMI Kemenperin Gelar Diskusi Peran Kadin Indonesia dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Pada diskusi tersebut, lima instrumen penting dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi dipaparkan, yakni terkait analisis biaya dan manfaat kegiatan vokasi, pelatihan pelatih di tempat kerja, program perbaikan kemitraan, instrumen asesmen produktivitas, dan super tax deduction untuk kegiatan vokasi. 

"Kami berharap hal ini dapat menjadi inspirasi KADIN di seluruh Indonesia dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan pelatihan vokasi secara nasional, sehingga menjadi semakin berkualitas," tutup Arus.

KADIN Indonesia sendiri merupakan representatif dari sektor swasta untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan pendidikan vokasi industri. Demi mengembangkan pendidikan vokasi tersebut, salah satu hal yang ditekankan oleh KADIN Indonesia ialah menyiapkan standardisasi kegiatan magang.

Baca Juga: BPSDMI Kemenperin Bersama SMK-SMAK Bogor Sediakan Program Setara D1

"Kalau kita bicara vokasi, maka kita bicara sisi supply dan demand. Internship atau magang adalah pintu masuk untuk menyelaraskan pendidikan vokasi dari sisi supply, dan industri dari sisi demand. Sehingga KADIN bekerja sama dengan politeknik di Indonesia dengan menyiapkan standardisasi kegiatan magang," jelas Heru Dewanto, Sekretaris Kelompok Kerja Vokasi KADIN Indonesia.

Heru menambahkan bahwa seluruh politeknik dan vokasi di Indonesia saat ini sudah memiliki persepsi yang sama terkait kegiatan magang, di mana mahasiswa yang melakukan kegiatan magang selama 1 semester akan mendapatkan 20 SKS.

"Standar ini sudah diadopsi dan disebarkan ke seluruh sekolah vokasi dan politeknik di Indonesia. Kemudian pada sisi demand, bagaimana seluruh industri di Indonesia bisa berperan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berbasis industri," tambahnya.

Baca Juga: BNI Gandeng Bank Jatim Perkuat Ekonomi Digital di Jawa Timur

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: