Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Benny 'Panas-panasin' Lawan Pengkritik Presiden, Untung Jokowi Terlihat Nggak Happy

Benny 'Panas-panasin' Lawan Pengkritik Presiden, Untung Jokowi Terlihat Nggak Happy Kredit Foto: Dokumen Pribadi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah video yang viral dikomentari pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, Benny mengaku siap bertempur melawan pihak-pihak yang menghina Presiden Ketujuh RI tersebut. Video itu direkam sebelum pelaksanaan acara Nusantara Bersatu yang dihadiri Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (26/11).

Baca Juga: Diminta Waspadai Adu Domba Jelang Pemilu 2024, Politikus Demokrat Sentil Jokowi Pakai Video Benny Rhamdani: Serius Dikit Pakde

Pangi Syarwi menilai apa yang disampaikan Benny merupakan potret buram demokrasi Indonesia saat ini. "Bagaimana yang mengkritik pemerintah dianggap ancaman dan harus disikat. Jadi, ucapan beliau itu, miniatur negara otoriter. Pengkritik dianggap sampah," kata Pangi saat berbincang dengan JPNN.com, Selasa (29/11).

Direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menilai omongan oknum sukarelawan Jokowi tersebut menjadi gambaran demokrasi Indonesia hari ini. "Tukang kritik diajak perang, berantem, tempur. Kalau begini orang di lingkaran Presiden, bagaimana enggak babak belur demokrasi kita," lanjut Pangi.

Namun, kata pria berdarah Minang itu, Presiden Jokowi tidak perlu meladeni pembisik yang demikian karena itu dapat merusak demokrasi di negeri ini.

"Sudah benar, Presiden seharusnya enggak perlu merespons, berpikir jernih. Saya melihat justru Presiden enggak happy dengan statement mereka sebab bisa memicu gesekan, konflik," tutur Pangi.

Baca Juga: PSI Tebar Ancaman Demo Besar-besaran Jika Anies Menang, Refly Senggol Elit Politik dan Aparatur Negara: Tidak Akan Pernah Besar Kalau…

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan JPNN.com.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: