Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Safari Politik Anies Baswedan di Aceh dan Riau Dihalang-halangi, Sekjen NasDem Singgung Kualitas Demokrasi Indonesia

Safari Politik Anies Baswedan di Aceh dan Riau Dihalang-halangi, Sekjen NasDem Singgung Kualitas Demokrasi Indonesia Kredit Foto: Antara/Fransisco Carolio
Warta Ekonomi, Jakarta -

Agenda safari politik calon presiden (capres) Partai NasDem Anies Baswedan ke Aceh dan Riau mengalami sejumlah hambatan hingga tak bisa digelar sesuai rencana. Hal ini ditanggapi oleh Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate.

"Tentu ini kan demokrasi ya. Untuk kepentingan demokrasi tentu pemerintah daerah perlu juga membantu untuk kelancaran program peningkatan kualitas demokrasi Indonesia," kata Plate kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: Safari Politik Anies Bawa Elektabilitas NasDem Naik, Pengamat: Simbol Oposisi Jadi Salah Satu Kunci

Kehadiran Plate di Istana sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, untuk menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023.

Sebagai Sekjen NasDem, Plate berharap pemerintah daerah bisa membukakan pintu komunikasi antara masyarakat dengan tokoh-tokoh dan calon pemimpin nasional, sepanjang sejalan dengan aturan yang ada.

Baca Juga: Pemilih Lari ke Anies, Relawan Kaget Suara Prabowo Terus Merosot Drastis: Deklarasi Ini Mencuri Start

Dia berharap apa yang terjadi belakangan ini menjadi contoh agar bisa berjalan lebih baik ke depan. Sebelumnya sejumlah kendala dihadapi Anies Baswedan kala melakukan safari politik ke sejumlah daerah.

Di Aceh, izin tempat penyelenggaraan acara dicabut oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sedangkan di Riau, tempat penyelenggaraan acara terpaksa dipindahkan karena pada saat bersamaan akan digunakan pemerintah daerah.

Baca Juga: KORPRI Kabupaten Badung Bersihkan Pantai Jerman, Kumpulkan 26 Ton Sampah Pantai

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: