Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2023 Meningkat, La Palma Grande Didukung BNI Tetap Lanjut Pembangunan Rumah

Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2023 Meningkat, La Palma Grande Didukung BNI Tetap Lanjut Pembangunan Rumah Kredit Foto: La Palma Grande
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi ekonomi dari 3,6 persen mejadi 3,2 persen untuk tahun 2022 ini. Di tahun mendatang, IMF memproyeksikan pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia masih terus terjadi.

Sementara itu, IMF mengatakan akan terjadi kenaikan inflasi global sebesar 6,6 persen di negara-negara maju dan 9,5 persen di negara-negara berkembang. Kenaikan inflasi yang sangat tinggi di negara maju tersebut, memicu pengetatan kebijakan moneter dan likuiditas, yang memacu capital outflow dan volatilitas di sektor keuangan.

Baca Juga: Imbas Gempa, RedDoorz Salurkan Bantuan ke 200 Karyawan Properti di Cianjur

"Inilah yang harus kita terus kelola di dalam negeri. Kami bersama Pak Gubernur Bank Indonesia di dalam terus meramu kebijakan fiskal dan moneter secara fleksibel namun juga pada saat yang sama efektif dan kredibel. Karena ini adalah suatu persoalan yang kombinasi dari baik kebijakan fiskal maupun moneter bekerja sama dengan kebijakan struktural," ujar Menkeu Sri Mulyani, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Bank Indonesia sendiri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5% - 5,3%, dan akan terus meningkat menjadi 4,7% -5,5% pada tahun 2024. Pertumbuhan ini diproyeksi akan didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan tetap positifnya kinerja ekspor meski pertumbuhan eskpor melambat.

Menkeu pun mengungkapkan perekonomian nasional Indonesia saat ini masih di dalam tren pemulihan positif yang tumbuh cukup kuat, yaitu tumbuh di atas 5 persen selama lima triwulan berturut-turut. Tren ini juga dikonfirmasi oleh berbagai indikator perekonomian seperti tingkat inflasi, neraca perdagangan, hingga indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur.

Presiden pun mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah gejolak perekonomian dunia. "Di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergolak, alhamdulillah ekonomi kita termasuk yang terbaik. Bahkan, Managing Director dari IMF mengatakan bahwa di tengah dunia yang gelap, Indonesia adalah titik terang. Ini adalah kerja keras kita semuanya," ucapnya.

Baca Juga: Kalahkan Kota Metropolitan, IKN Jadi Lokasi yang Diyakini Potensial untuk Properti

Meskipun akan menghadapi tantangan resesi global, pemerintah tetap menaruh perhatian besar masalah penyediaan rumah untuk masyarakat. "Fondasi ekonomi kita kuat, pertumbuhan ekonomi tetap positif. BNI tetap memfasilitasi pemberian kredit kepemilikan rumah (KPR)," ujar Oktorisman Pemimpin Pemasaran Bisnis BNI KC Fatmawati saat ditemui dalam acara akad massal BNI Griya di La Palma Grade (Jumat, 25/11/2022).

Unit Rumah yang Dibangun Bertambah

Program sejuta rumah yang telah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2015 bukan hanya memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat yang belum memiliki hunian, tapi juga memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu dibutuhkan sinergi dari seluruh stakeholder, baik perbankan, pemerintah pusat, daerah, dan pengembang.

Baca Juga: Kader Partai Ummat Tegaskan Anies Tak Bisa Disetir: Tidak Ada Bagi-bagi Jatah

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: