Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pendapatan Menyusut, Laba MNC Terkikis 15% Jadi Rp2,05 Triliun

Pendapatan Menyusut, Laba MNC Terkikis 15% Jadi Rp2,05 Triliun Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sepanjang tahun 2022, laba PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dikabarkan mengalami penyusutan. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis secara resmi, diketahui bahwa laba perusahaan itu terkikis 15,38% menjadi Rp2,05 triliun. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2021, MNC mengantongi laba sebesar Rp2,43 triliun.

Salah satu penyebab menyusutnya angka laba adalah menurunnya perolehan pendapatan usaha. Sepanjang tahun 2022 lalu, emiten usaha Hary Tanoesoedibjo itu dikabarkan hanya mendapatkan Rp9,06 triliun. Jika dibandingkan dengan sepanjang tahun 2021 yang mencetak angka Rp10,01 triliun, terlihat ada pengurangan sebesar 9,46%.

Baca Juga: Penjualan Komoditas Melejit, Laba Bersih Antam Ikut Terbang 105% Selama Tahun 2022!

Mengutip dari keterangan resmi yang dirilis oleh perusahaan, menurunnya angka pendapatan MNC disebabkan oleh adanya implementasi Analog Switch Off (ASO) di wilayah Jabodetabek pada kuartal keempat tahun 2022. Hal itu menyebabkan banyak pengiklan menahan pengeluaran pemasaran mereka, terlebih pada TV FTA (siaran gratis) yang mewakili 58% pendapatan perusahaan.

Perlu diketahui bahwa MNC memperoleh pendapatannya dari iklan, baik digital maupun nondigital, konten dan IP, subscription, dan beberapa segmen lainnya. Sepanjang tahun lalu, pendapatan pendapatan iklan digital naik 25% (Rp2,53 triliun), pendapatan iklan nondigital turun 26% (Rp5,28 triliun), pendapatan konten dan IP naik 22% (Rp1,79 trilliun), sedangkan pendapatan subscription naik 12% (Rp423 miliar).  

Baca Juga: Ubah Rugi Jadi Untung, White Horse Catatkan Kenaikan Laba Bersih Hingga 307% Sepanjang 2022!

Sementara itu, beban langsung perusahaan terpantau tereduksi 5,72% menjadi Rp3,99 triliun. Sepanjang tahun 2022, MNC diketahui telah mengeluarkan dana untuk program dan konten sebesar Rp3,62 triliun serta membayar penyusutan dan amortisasi senilai Rp377,56 miliar.

Baca Juga: Meski Pendapatan Naik 20,61%, Wijaya Karya Justru Derita Kerugian Sebesar Rp59,59 Miliar

Sebagai catatan, perusahaan yang didirikan sejak 1997 itu tercatat mempunyai aset senilai Rp22,42 triliun yang terdiri atas aset lancar sebesar Rp9,71 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp12,70 triliun. Mengenai liabilitas dan ekuitas, MNC mencatatkan angka masing-masing senilai Rp2,51 triliun dan Rp19,90 triliun.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yohanna Valerie Immanuella
Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: