Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pelaku Penyerangan Kantor MUI Mati Mendadak, Pengamat Blak-blakan Curiga: Ini Agak Aneh...

Pelaku Penyerangan Kantor MUI Mati Mendadak, Pengamat Blak-blakan Curiga: Ini Agak Aneh... Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyerangan Kantor Pusat MUI Pusat pada Selasa (2/5/23) yang mana dilakukan oleh seorang pria, menjadi sorotan publik. Sang pelaku pun diketahui sudah tewas yang diduga kuat akibat serangan jantung di lihat dari riwayat penyakit yang diidap pelaku.

Mengenai hal ini, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menilai tewasnya pelaku sebagai suatu hal yang aneh.

“Tewasnya pelaku ini agak aneh karena ada kesan penghapusan jejak,” ujar Achmad dalam keterangan resmi yang diterima wartaekonomi.co.id, Rabu (3/5//23).

Achmad juga menilai pihak kepolisian harus melakukan pendalaman atau investigasi lebih lanjut terhadap kasus ini.

Baca Juga: Polisi Periksa Isi Ponsel Milik Pelaku Penembakan Kantor MUI dengan Metode Scientific Crime Investigation, Hasilnya...

Bukannya tanpa alasan, Achmad menilai jangan sampai pelaku penyerangan terhadap tokoh agama hanya berakhir pada kesimpulan yang biasa disampaikan yakni sang pelaku merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Polisi harus menginvestigasi lebih lanjut, jangan sampai pelaku kekerasan terhadap ulama selalu pelakunya orang gila, stres dan ODGJ sehingga kasusnya ditutup seperti pada kasus-kasus penyerangan ulama sebelumnya,” jelasnya.

Achmad sendiri menilai peluang sang pelaku tergolong ODGJ sangat kecil. Hal ini ia dasari dari temuan bahwa sang pelaku buat surat dan beli pistol.

Baca Juga: Untung Belum Tentu, Generasi Mendatang Harus Tanggung Warisan Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kebanggaan Jokowi!

“Sebenarnya bila pelaku kejadian penyerangan kantor MUI ini org dengan gejala ODGJ maka menjadi tidak masuk akal Karena orang ODGJtidak mungkin buat surat dan beli pistol,” jelasnya.

“Atau jangan-jangan ada yang melakukan brainwash terhadap orang ODGJ untuk menyerang ulama? Daripada berspekulasi lebih baik serahkan kepada kepolisian untuk menyelidikinya?” tambahnya.

Baca Juga: Untuk B100, Pengusaha Sawit: Minimal Butuh Pasokan CPO 36 Juta Ton Per Tahun

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: