Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jalan Menuju Transisi Energi, Pemerintah Jokowi Siap Optimalisasi Gas Bumi

Jalan Menuju Transisi Energi, Pemerintah Jokowi Siap Optimalisasi Gas Bumi Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, upaya Pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi juga terus dilakukan. 

Hal tersebut terus dilakukan di tengah masifnya penyebaran energi terbarukan saat ini. Kondisi itu dilakukan dalam keadaan yang tidak mudah karena adanya tekanan dari internasional. 

Baca Juga: Megawati Diminta Segera Pecat Gibran bin Jokowi Demi Soliditas Internal PDIP: 'Jangan Sampai Kader Marah!'

“Oleh sebab itu, saya mendorong pemanfaatan gas secara optimal sebagai strategi dalam merespons tuntutan internasional untuk memanfaatkan energi terbarukan. Saat ini potensi sumber daya energi fosil sendiri tetap menjadi fokus utama. Masih banyak pengembangan cekungan migas di berbagai wilayah di Sumatera Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera Tengah," ujar Tutuka dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (31/10/2023). 

Tutuka mengatakan, saat ini Indonesia masih memiliki potensi migas hingga 10 kali dari proved reserves (cadangan pasti atau cadangan terbukti). 

"Namun untuk menjadikan potensi tersebut menjadi sumber daya proved reserves dibutuhkan berbagai upaya, mulai dari data tambahan, penelitian, survei hingga eksplorasi.” ujarnya. 

Pemerintah melalui Kementerian ESDM khususnya Ditjen Migas terus berupaya meningkatkan investasi migas nasional untuk mempercepat penemuan cadangan-cadangan migas baru. Tutuka memaparkan bahwa perusahaan migas yang ada di Indonesia saat ini sebenarnya telah memiliki kompetensi eksplorasi.

“Kunci dari penemuan migas baru adalah experience atau pengalaman di subsurface, pengalaman di geologi dan geofisik, hal tersebut tidak dapat digantikan. Makin lama suatu perusahaan di situ, dia akan makin mengerti ke mana arah dia harus melakukan eksplorasi. Karena konsep eksplorasi adalah konsep yang regional. Itulah mengapa justifikasi teknis itu nomor satu.” ucapnya. 

Tutuka mengungkapkan pihaknya bersyukur masih banyak perusahaan migas asing yang justru menarik investasinya di negara lain dan memilih meningkatkan investasinya di Indonesia. 

Baca Juga: Industri Hulu Migas Butuh Insinyur Handal

Hal ini menunjukkan bahwa investasi migas nasional masih dianggap sangat menarik dengan banyaknya potensi migas yang masih dapat dimanfaatkan, namun tentu diperlukan upaya kolaboratif dari semua pihak terkait untuk memastikan ketahanan energi nasional dapat terus terjaga

Baca Juga: Konsisten dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan, Pertamina Group Ini Gaet Penghargaan IGA 2024

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: