Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sumber Buana Group Suplai Pengadaan Material Alam & BBM Solar Untuk IKN

Sumber Buana Group Suplai Pengadaan Material Alam & BBM Solar Untuk IKN Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sumber Buana Group, mendukung pemerintah Indonesia dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). 

Sebagaimana diketahui, PT Sumber Buana Group merupakan perusahaan yang bergerak disektor trading minyak dan gas bumi (migas) serta pertambangan. 

Dukungan perusahaan dilakukan dengan cara menyuplai material alam serta Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Non Subsidi kepada beberapa perusahaan, salah satunya dengan PT Waskita Beton Precast Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero). Baca Juga: Kembangkan Investasi, Masyarakat Diajak Ikut Sosialisasikan Proyek IKN

President Director PT Sumber Buana Group, Teddy Chendra. Tan mengatakan, Pada tahun ini, perusahaan komitmen untuk mensuplai material alam jenis batu boulder, batu split dan pasir sebanyak 700.000 m3, serta BBM Solar Non Subsidi sebesar 50.000 Kilo Liter (KL). 

“PT Sumber Buana Group berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam membangun IKN Nusantara dengan pengadaan material alam serta BBM solar kepada konsumen. Perusahaan kami sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun untuk mensuplai hasil bumi tersebut," ujar Teddy dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (28/1/2024). 

Teddy mengatakan, perseroan selaku perusahaan trading pengadaan hasil bumi merupakan perusahaan yang terpercaya yang dapat diandalkan untuk melayani klien strategis sejak tahun 1980-an. 

“Kami berkomitmen menjadi perusahaan penghasil dan penyedia hasil bumi yang terpercaya dengan legalitas pelayanan yang terdepan dengan menciptakan nilai tambah kepada rekanan kami, diantaranya para konsumen, para supplier, serta staff profesional dan investor,” ujarnya. 

Lanjutnya, pada tahun ini, perusahaan menganggarkan capedital expenditure (capex) senilai sekitar Rp 100 miliar. 

Rencananya, dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk membeli 2 unit tongkang 270 Feet beserta Tugboat, ditambah 2 unit SPOB berkapasitas 200 Kilo Liter (KL), serta 20 Unit Mercy Axor Caroseri dengan Tanki 10 KL dan 50 Unit Storage Tank berkapasitas 32 KL. 

“Alat-alat itu untuk investasi jangka panjang perusahaan untuk mendukung suplai hasil bumi kepada rekanan. Khusus di tahun ini untuk mendukung pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur,” ucapnya. 

Selain mendukung pembangunan IKN, tahun 2024 ini perusahaan juga mendapatkan kontrak suplai hasil bumi khususnya suplai BBM Solar Non Subsidi untuk pertambangan nikel dan batu bara di Wilayah Sumatera, Kalimantan serta Sulawesi berjumlah total 53.000 KL. 

“Tahun ini perusahaan membidik penjualan atas suplai hasil bumi itu sebesar Rp 1,2 triliun dengan rincian Rp 800 miliar untuk pengadaan solar non subsidi dan Rp 400 miliar untuk pengadaan material alam,” ungkapnya. 

Teddy melanjutkan, pada tahun 2023, perusahaan fokus dalam trading BBM Solar Non Subsidi untuk industri serta trading material alam berupa batu boulder, batu split dan pasir. Baca Juga: Kementerian ESDM Berencana Tambah 100 Titik BBM Satu Harga Pada 2024

Perusahaan mendapatkan supporting armada FC dari Jetty Palu ke Jetty IKN sebanyak 46 Kapal dan didukung sewa unit kapal berupa 1 unit tongkang Alorinda 2706 berkapasitas 270 Feet dan 1 Unit tongkang Labroy 230 Feet. 

“Kami memberikan pelayanan terbaik dan efisien bagi para pelanggan, yang terimplementasi dalam keputusan-keputusan harga. Sehingga para pelanggan mendapatkan harga yang bersaing serta akurasi yang tinggi dalam setiap transaksinya dan memberikan keuntungan serta nilai tambah kedua belah pihak,” tutupnya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement

Bagikan Artikel: