Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kuartal I 2024, Laba Sebelum Pajak CIMB Niaga Tembus Rp2,2 Triliun

Kuartal I 2024, Laba Sebelum Pajak CIMB Niaga Tembus Rp2,2 Triliun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Bandung -

Beragam inovasi dan kemudahan layanan yang diberikan CIMB Niaga baik melalui kantor cabang maupun kanal digital, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja CIMB Niaga secara nasional. 

Pada kuartal pertama 2024, CIMB Niaga melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,2 triliun, naik sebesar 7,8% year-on-year (yoy), dan menghasilkan earnings per share Rp66,96.

"Atas dukungan stakeholders khususnya para nasabah, kami dapat mengumumkan awal yang baik untuk tahun 2024. Pertumbuhan kredit/pembiayaan yang sehat dan indikator kualitas aset yang membaik menjadi dasar yang kuat bagi kami untuk terus memberikan nilai lebih, ditambah dengan manajemen biaya yang efektif dengan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio - CIR) di bawah 45%," jelas Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan kepada wartawan dalam Halalbihalal dan Silaturahmi bersama CIMB Niaga di Bandung, Jumat (3/5/2024).

Turut hadir dalam acara ini Chief of Network and Digital Banking CIMB Niaga Budiman Tanjung, Head of Region Jawa Barat dan Jawa Tengah CIMB Niaga Andiko Manik, dan Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman.

"Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan profitabilitas yang berkelanjutan dan memperkuat keyakinan kami terhadap prospek positif untuk sisa tahun ini,” sambung Lani.

Lani menilai perolehan kinerja di kuartal pertama 2024 merupakan wujud dari konsistensi CIMB Niaga terhadap strategi 5 pilar yang berfokus pada pertumbuhan profit yang berkelanjutan. Ke depan, CIMB Niaga akan terus menjalankan dedikasi kami dalam meningkatkan customer experience melalui inovasi digital. 

Baca Juga: Model Dual Banking, Beri Pengaruh Signifikan Pengembangan Bisnis CIMB Syariah

"Dengan memanfaatkan kemampuan digital, kami siap untuk menciptakan nilai jangka panjang sembari terus memprioritaskan kebutuhan para stakeholders dan kontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,5% dan 84,2%. Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp333,0 triliun per 31 Maret 2024, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. 

Total Dana Pihak Ketiga (“DPK”) meningkat menjadi Rp248,0 triliun (+3,3% Y-o-Y), menunjukkan rasio current account and savings account (CASA) yang baik sebesar 64,6%. 

Sedangkan, CASA tumbuh 8,9% Y-o-Y, sebagai hasil upaya Bank membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital CIMB Niaga.

Jumlah kredit/pembiayaan naik 6,0% Y-o-Y menjadi Rp211,6 triliun, terutama berasal dari pertumbuhan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 9,4% yoy dan Perbankan Konsumer yang tumbuh 6,9% yoy. 

"Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 15,8% yoy," ujarnya.

Lani menyebutkan di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan Rp56,2 triliun (+15,4% yoy) dan DPK sebesar Rp50,6 triliun (+2,6% yoy) per 31 Maret 2024. 

Baca Juga: RUPST CIMB Niaga Setujui Tebar Dividen Tunai Rp3 Triliun dari Laba Bersih 2023

Pertumbuhan pembiayaan signifikan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh segmen ritel. CIMB Niaga Syariah tetap fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas.

Selain itu, hampir 26% dari total pembiayaan Bank (atau setara dengan Rp54,8 triliun) mendukung transisi yang berkelanjutan menuju ekonomi rendah karbon, Perjanjian Paris, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya CIMB Niaga sebagai salah satu dari tujuh bank yang mewakili komitmen industri perbankan nasional dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) Indonesia, yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Baca Juga: CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,2 Triliun di Kuartal I-2024, Naik 7,8 Persen!

"CIMB Niaga juga meraih penghargaan sebagai The Best Sustainability-Linked Loan for Manufacturing dan The Best Green Loan for Utility di The Assets Triple A Awards,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: