Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tips Menua Bahagia Bersama Pasangan Tanpa Pusing Soal Finansial

Tips Menua Bahagia Bersama Pasangan Tanpa Pusing Soal Finansial Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menua bersama pasangan hidup, menjadi impian banyak pasangan. Namun perjalanan untuk menuju kesana, tidak semudah itu. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Rata-rata usia harapan hidup menjadi salah satunya. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perempuan memiliki harapan hidup tiga tahun lebih panjang dibandingkan laki-laki. Belum lagi mempertimbangkan selisih usia dengan pasangan ketika menikah. Artinya, perempuan harus memiliki bekal yang cukup ketika pasangannya meninggal, yaitu bekal finansial yang cukup dan pengelolaannya. 

Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Dimas Ardhinugraha mengungkapkan beberapa tips agar pasangan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. 

Saling mendukung bersama pasangan

Data BPS tahun 2023 mencatat, usia harapan hidup laki-laki di Indonesia mencapai 70,17 tahun, sementara perempuan lebih panjang lagi di usia 74,18 tahun. Jika diasumsikan ketika menikah usia perempuan lebih muda tiga tahun dibandingkan laki-laki, artinya ada tujuh tahun kemungkinan perempuan hidup sendiri setelah pasangannya meninggal. 

Terlebih, dengan semakin majunya teknologi kesehatan, dan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya nutrisi yang baik, kita menyaksikan banyak orang di sekitar kita mencapai usia yang lebih panjang. Kondisi ini adalah yang disebut dengan longevity risk atau risiko usia lebih panjang dari usia harapan hidup yang menyebabkan kebutuhan dana pensiun menjadi lebih besar dari perkiraan.

Baca Juga: 5 Tips Pengelolaan Keuangan untuk Pasutri yang Lagi LDR

“Menjalani masa tua bersama pasangan, harus ada komitmen dan saling support bersama pasangan. Baik laki-laki maupun perempuan harus paham betul mengenai keuangan, jangan saling mengandalkan pasangan. Kita tidak pernah tahu kapan menutup mata, maka harus dipastikan pasangan yang ditinggalkan memiliki life skill soal keuangan, terutama ketika harus hidup sendiri. Terlebih bagi perempuan, buktikan bahwa perempuan itu tangguh dan juga paham mengenai keuangan, tidak kalah dengan laki-laki,” ujar Dimas. 

Berapa sih kebutuhan dana ideal?

Dengan usia yang tak pasti batasnya, lanjut Dimas, kita perlu memiliki bekal pensiun yang tak akan habis. Besarannya 25 kali biaya hidup setahun. Jadi misalnya biaya hidup yang kita inginkan di masa pensiun adalah Rp10 juta sebulan, atau Rp120 juta setahun, maka bekal pensiun yang cukup adalah Rp3 miliar. Jika Rp3 miliar ini didepositokan dengan bunga 4% per tahun, maka hasilnya adalah Rp120 juta setahun, atau Rp10 juta sebulan. 

Baca Juga: Tips Cermat Bermedia Sosial: Hindari Mudharat, Manfaatkan Sesuai Kebutuhan

“Dengan bekal pensiun yang cukup ini, kita dapat menikmati bunganya untuk hidup sehari-hari tanpa pernah perlu mengurangi pokok simpanan kita. Artinya arus kas pensiun kita akan tersedia selamanya,” jelasnya.

Penempatan investasi yang tepat

Menurut Dimas, besaran pokok yang diperlukan untuk menyokong hidup kita di masa pensiun memang terasa sangat besar. Akan tetapi ini adalah fakta yang harus kita hadapi. Tidak pernah ada kata terlambat untuk menyiapkan itu, sebaliknya semakin lama kita menunda, maka semakin besar dana setiap bulan yang harus kita siapkan.

“Banyak pilihan instrumen investasi yang bisa kita pilih. Reksa dana bisa menjadi salah satu opsi. Selain modal awal yang tidak besar, investasi di reksa dana bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun (secara online). Investasi di reksa dana, waktunya juga akan lebih fleksibel. Bagi yang tidak memiliki waktu untuk menganalisa aset, sudah ada manajer investasi yang akan melakukan tugas mengelola investasi.  Dan yang tak kalah penting, reksa dana itu likuid dan tidak ada penalti. Dana yang dicairkan akan masuk ke rekening tabungan nasabah dalam waktu yang telah ditetapkan dalam prospektus,” urainya. 

Dimas menyarankan untuk melakukan investasi secara regular dan melakukan diversifikasi portofolio, disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu dan profil risiko masing-masing. 

“Dengan demikian, diharapkan risiko keseluruhan portofolio terjaga sementara hasil investasi semakin mendekati tujuan yang dicanangkan. Mari capai tujuan keuangan demi menikmati waktu menua bersama pasangan habiskan waktu bersama keluarga tersayang,” tutup Dimas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: