Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hasil Penelitian, Ternyata Pria IQ Rendah Rentan Selingkuh

Hasil Penelitian, Ternyata Pria IQ Rendah Rentan Selingkuh Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perselingkuhan menyebabkan banyak kerugian di sisi korban. Selain merusak kepercayaan dan kenyamanan dalam hubungan, mereka yang dikhianati tentu dapat mengakibatkan trauma emosional yang berkepanjangan.

ada banyak faktor yang membuat orang selingkuh. Khususnya seorang pria. Antara lain dorongan biologis, kurangnya komunikasi, ketidakpuasan dalam hubungan, godaan dari lingkungan sekitar, bahkan kesempatan yang muncul secara tidak terduga namun terkondisikan. 

Baca Juga: Betrand Peto Ternyata Bukan Anak Angkat, Ruben Onsu Bongkar Status Aslinya: Hanya...

Terkait pria yang berselingkuh, ada satu faktor yang menarik dibahas yakni tingkat kesetiaan kepada pasangan ternyata dapat mencerminkan tingkat Intelligence Quotient (IQ) seorang pria.

Mengutip dari laman Daily Mail, Selasa (25/6/2024), Dr. Satoshi Kanazawa selaku psikolog evolusioner dari London School of Economics and Political Science pada 2010 silam menunjukkan penelitiannya bahwa pria yang sering berselingkuh cenderung mempunyai IQ yang lebih rendah. Para peneliti percaya bahawa kesetiaan pada pasangan bisa menjadi indikator dari tingkat kecerdasan seseorang.

Semakin cerdas seorang pria, ujar Satoshi, semakin kecil kemungkinan dia untuk berseligkuh dari pasangannya. Menurut teori evolusi, pria pada dasarnya tidak memiliki kecenderungan alami untuk setia kepada satu pasangan.

Akan tetapi, seiring dengan meningkatnya kecerdasan serta perkembangan masyarakat, pria yang lebih cerdas lebih memahami manfaat kesetiaan dan monogamy dalam hubungan baik secara emosional maupun sosial. Dengan begitu, pria yang cerdas cenderung setia pada satu pasangan saja.

“Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sikap mementingkan diri sendiri dan konservatif dianggap sebagai sikap primitif dalam teori evolusi. Orang yang lebih cerdas cenderung lebih terbuka terhadap ide-ide baru, termasuk konsep monogamy,” kata Satoshi dalam Daily Mail.

Sebagai informasi, IQ manusia dibagi menjadi beberapa kategori yang berbeda. Rata-rata IQ manusia berada di rentang skor 90 – 190. IQ yang lebih tinggi dari 109 yakni di angka 120 – 129 diklasifikasikan seperti superior. Berbakat memiliki skor 130 – 144, sangat berbakat berada di skor 145 – 159, hingga teramat sangat berbakat berada di skor 160 – 175.

Sementara itu, IQ yang berada di bawah 90 masuk ke dalam kategori di bawah rata-rata yakni untuk skor 80 – 89, batas tertinggal untuk skor 70 – 79, sedikit tertinggal dengan skor 55 – 69, dan cukup tertinggal dengan skor 40 – 54. Adapun untuk mengetahui IQ seseorang, maka bisa dilakukan dengan cara melakukan tes IQ.

Baca Juga: Kini Diduga Jadi Sumber Prahara, Betrand Peto Ternyata Diangkat Anak oleh Ruben Onsu Gegara Hal Ini

Tes IQ ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang dalam berbagai bidang seperti memori, keterampilan verbal, logika, dan pemecahan masalah. Umumnya tes ini dilakukan oleh psikolog atau spesialis dalam bidang psikometri dan hasilnya memberikan gambaran tentang tingkat kecerdasan seseorang dalam kategori yang telah disebutkan sebelumnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: