Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

PT BEKI Laporkan INTERFACE Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Event Bebelac Tummyversity Senilai Rp 2,9 Miliar

PT BEKI Laporkan INTERFACE Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Event Bebelac Tummyversity Senilai Rp 2,9 Miliar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bisnis Ekosistem Kreatif Indonesia (BEKI) melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan oleh PT Kreasi Antar Rupa (INTERFACE) ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 04 Juli 2024. 

Melalui pengacara Wahyudin S.H., M.H. dari XYZ Law Firm, BEKI menyampaikan bahwa INTERFACE telah melakukan pelanggaran hukum terkait penyelenggaraan pekerjaan event "Bebelac Tummyversity" di lima kota di Indonesia. 

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/1982/VII/2024/RJS, BEKI melaporkan Murio Nuradwi selaku Direktur Utama INTERFACE dan Adhitya Ekaputra selaku General Manager INTERFACE. BEKI mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp2.908.489.468 akibat pelanggaran hukum yang telah dilakukan oleh INTERFACE.

Kronologi Kasus

BEKI merupakan perusahaan jasa media dan periklanan yang memiliki portal berita XYZONE dan Lensa Berita Jakarta. Oleh karena itu, BEKI kerap bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk INTERFACE. 

Pada tanggal 14 Mei 2024, pihak INTERFACE menunjuk BEKI untuk menjalankan project event "Bebelac Tummyversity" di lima kota, yaitu Jakarta, Medan, Balikpapan, Makassar, Surabaya. Hal ini berdasarkan Approval Quotation yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Namun, pada 5 Juni 2024, Adhitya Eka Putra selaku General Manager dari INTERFACE secara tiba-tiba memutuskan kerja sama sepihak via email untuk acara di empat kota tersisa, dengan alasan ketidakmampuan BEKI menjalankan pekerjaannya selama acara di Jakarta.

Padahal, Berita Acara Serah Terima (BAST) atas pekerjaan telah ditandatangani oleh BEKI dan INTERFACE, yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai dijalankan dengan baik.

Atas tindakan tersebut, INTERFACE diduga melakukan pelanggaran hukum dan merugikan BEKI karena tidak membayar down payment (DP) dan menunda penyelesaian pembayaran pekerjaan yang sudah diselesaikan oleh BEKI dengan berbagai alasan.

Baca Juga: Gerak Polda Jabar Usai Dibebaskannya Pegi Setiawan, Akan Tempuh Jalur Hukum?

Masalah Pembayaran dan Pemutusan Sepihak

Sesuai dengan Surat Penunjukan dan Komitmen dari INTERFACE, pada 24 s/d 26 Mei 2024, BEKI telah menjalankan event pertama "Bebelac Tummyversity" di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Acara ini berjalan sukses, terbukti event berhasil menarik banyak pengunjung sehingga penjualan produk susu Bebelac melebihi target.

Jika memang diberhentikan, sudah seharusnya pihak INTERFACE membayarkan event yang sudah selesai dikerjakan, karena pihak BEKI sudah menyelesaikan kewajibannya dengan baik sesuai dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang ditandatangani kedua belah pihak.

Jika tidak ada pemutusan sepihak pun, pihak INTERFACE berkewajiban membayarkan DP 30 persen yang seharusnya dibayarkan satu minggu sebelum acara dimulai dan pelunasan 70 persen dua minggu setelah invoice diterima, hal ini sesuai dengan Approval Quotation yang telah disepakati dan ditandatangani oleh BEKI dan INTERFACE.

Namun, hingga kini, BEKI belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan, baik DP maupun pelunasan.

"Kami telah melakukan pekerjaan sesuai instruksi INTERFACE meskipun pembayaran selalu ditunda dengan berbagai alasan," ungkap Wahyudin (10/7/2024). 

Akibat pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh INTERFACE, BEKI mengklaim mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp2,9 miliar.

Tindakan Hukum dan Tanggapan BEKI

Sebelum melaporkan kasus ini ke polisi, BEKI sudah berusaha menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Namun, INTERFACE tidak menunjukkan itikad baik. Bahkan, Adhitya Ekaputra dari INTERFACE mengancam tim pelaksana BEKI. 

Akibatnya, BEKI mengirimkan surat somasi namun tetap tidak mendapatkan tanggapan positif. Oleh karena itu, BEKI memutuskan melaporkan INTERFACE ke pihak berwenang untuk mendapatkan keadilan.

"Kami tidak akan berhenti sampai mendapatkan keadilan dan hak klien kami terpenuhi," tegas Wahyudin.

Selanjutnya Wahyudin, S.H., M.H., selaku kuasa hukum BEKI menyampaikan bahwa berdasarkan fakta  dan bukti-bukti yang ada, maka patut diduga INTERFACE dan Adithya Eka Putra telah melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP juncto Pasal 372 KUHP.

Redaksi Lensa Berita Jakarta telah menghubungi pihak INTERFACE dengan menelepon dan mengirim pesan singkat kepada Adhitya Ekaputra selaku General Manager INTERFACE dan Murio selaku Direktur INTERFACE.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak INTERFACE belum memberikan klarifikasi terkait pelaporan yang dilakukan oleh pihak BEKI.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terkait