Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rahasia Lolos KPR Meski Sering Pakai Paylater!

Rahasia Lolos KPR Meski Sering Pakai Paylater! Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di awal 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah dalam penyediaan tiga juta hunian bagi masyarakat, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

Program ini disambut baik oleh industri pembiayaan, termasuk Paylater, sebagai salah satu metode kredit yang semakin banyak digunakan masyarakat. 

Namun, agar lebih mudah mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), calon debitur perlu memperhatikan sejumlah faktor, seperti riwayat kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, kredibilitas finansial, kemampuan pembayaran cicilan, serta kondisi makroekonomi dan industri.

SLIK OJK menjadi salah satu acuan utama bagi lembaga keuangan dalam menilai kelayakan kredit seseorang. 

Baca Juga: Ajukan KPR BRI dari Rumah? Begini Caranya

Meskipun bukan satu-satunya faktor penentu, catatan kredit yang buruk, seperti keterlambatan atau gagal bayar pada Paylater, dapat berdampak negatif terhadap peluang mendapatkan KPR. 

Oleh karena itu, penting bagi calon debitur untuk menjaga skor kredit dengan selalu membayar cicilan tepat waktu dan memastikan tidak ada tunggakan. 

Selain itu, membatasi total cicilan bulanan maksimal 30% dari pendapatan juga menjadi langkah penting agar rasio utang tetap sehat.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiranto, menegaskan bahwa perusahaan pembiayaan, termasuk Paylater, tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat dalam menyalurkan kredit kepada calon debitur. 

Baca Juga: OJK: Masyarakat dengan Data SLIK Jelek Tetap Bisa Ajukan KPR

“Industri Paylater akan terus berkomitmen menyediakan pembiayaan yang terjangkau dan terpercaya bagi masyarakat. Namun, penting bagi calon debitur untuk mengambil keputusan keuangan yang bijak agar tidak terjebak dalam risiko gagal bayar,” ujarnya.

Selain riwayat kredit dan rasio utang, faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan jaminan yang dimiliki juga turut memengaruhi keputusan pemberian kredit. 

Oleh karena itu, calon debitur yang ingin mengajukan KPR disarankan untuk memiliki jaminan atau uang muka yang memadai serta memahami kebijakan suku bunga sebelum mengajukan pinjaman. 

Dengan manajemen finansial yang baik dan riwayat kredit yang sehat, peluang mendapatkan rumah impian melalui skema KPR dapat semakin terbuka lebar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: