Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kisah Sukses PT Sido Muncul, dari Jamu Rumahan Racikan Ny. Rakhmat Sulistio hingga Jadi Pabrik Besar di Tangan Irwan Hidayat

Kisah Sukses PT Sido Muncul, dari Jamu Rumahan Racikan Ny. Rakhmat Sulistio hingga Jadi Pabrik Besar di Tangan Irwan Hidayat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, produsen jamu dan obat herbal terbesar di Indonesia, dikenal luas berkat produk andalannya, yaitu Tolak Angin. Khasiat yang menyehatkan tanpa efek samping dan rasanya yang relatif mudah diterima membuat produk PT Sido Muncul menjadi kegemaran masyarakat Indonesia. 

Namun, di balik kesuksesannya saat ini, terdapat perjalanan panjang yang dimulai dari industri rumahan oleh seorang perempuan bernama Rakhmat Sulistio. Sosoknya, bersama suaminya Siem Thiam Hie, menjadi cikal bakal berdirinya Sido Muncul, yang kini telah berkembang menjadi perusahaan farmasi modern dengan ratusan produk dan aset miliaran rupiah.

Ny. Rakhmat Sulistio, yang memiliki nama asli Go Djing Nio, lahir pada 13 Agustus 1897. Bersama suaminya, Siem Thiam Hie kelahiran 28 Januari 1897, mereka memulai perjalanan hidup dengan bermigrasi dari Tiongkok ke Indonesia.

Pasangan ini awalnya bekerja di sebuah pabrik perah susu di Ambarawa, Jawa Tengah. Namun, krisis ekonomi global pada tahun 1928 memaksa mereka untuk menghentikan usaha tersebut.

Tak menyerah, mereka pindah ke Solo dan membuka usaha roti dengan nama "Roti Muncul" pada tahun 1930. Tak hanya menjual roti, di sela-sela kesibukannya, Ny. Rakhmat Sulistio mulai meracik jamu dan rempah-rempah untuk menambah penghasilan. 

Kemahiran Ny. Rakhmat Sulistio dalam meracik jamu membawa mereka ke Yogyakarta pada tahun 1935, di mana mereka mendirikan usaha jamu rumahan. Pada tahun 1940, jamu pertama mereka, Tolak Angin (awalnya bernama Jamu Tujuh Angin), berhasil dipasarkan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Baca Juga: Kisah Berdirinya IKEA, Dibangun oleh Pemuda 17 Tahun Disleksia hingga Kini Sukses Tersebar di 63 Negara

Sayangnya, Perang Dunia II dan perang kolonial Belanda mengganggu kelangsungan bisnis mereka di Yogyakarta. Akhirnya, Ny. Rakhmat Sulistio dan keluarganya terpaksa mengungsi ke Semarang. Di sana, mereka kembali membangun usaha jamu dengan nama Sido Muncul, yang berarti "Impian yang Terwujud". Usaha ini dimulai secara sederhana di Jalan Mlaten Trenggulun nomor 104, dengan hanya tiga karyawan.

Pada tahun 1951, mereka mendirikan pabrik jamu pertama di Semarang. Meski sederhana, produk mereka diterima luas oleh masyarakat berkat kualitasnya yang baik. Ny. Rakhmat Sulistio juga melakukan terobosan dengan mengemas jamu dalam bentuk serbuk yang lebih praktis, sehingga semakin diminati konsumen.

Pada tahun 1970, Ny. Rakhmat Sulistio menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada putranya, Irawan. Di bawah kepemimpinan Irawan, Sido Muncul mengalami transformasi besar. Perusahaan yang awalnya berbentuk Commanditaire Vennootschap (CV) diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada tahun 1975. 

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Pada suatu masa, perusahaan terjerat hutang sebesar Rp46 juta, sementara omset hanya sekitar Rp80.000. Irawan berhasil mengatasi masalah ini dengan strategi promosi melalui radio di Jakarta, yang berhasil meningkatkan omset hingga Rp12 juta dan melunasi hutang dalam waktu 6 bulan.

Pada tahun 1984, PT Sido Muncul memulai modernisasi pabriknya dengan merelokasi ke Jalan Kaligawe, Semarang. Kemudian, pada 11 November 2000, perusahaan meresmikan pabrik baru di Ungaran yang lebih luas dan modern. 

Peresmian ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial saat itu. PT Sido Muncul juga memperoleh dua sertifikat penting, yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), yang menandakan standar farmasi tinggi.

Kini, PT Sido Muncul dipimpin oleh Irwan Hidayat, cucu Ny. Rakhmat Sulistio. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan terus berkembang pesat. Produksi pun sudah dilakukan secara modern dan dalam skala yang lebih besar. 

Logo Sido Muncul yang menampilkan gambar ibu dan anak adalah representasi dari Ny. Rakhmat Sulistio dan cucunya, Irwan Hidayat, yang saat masih berusia 4 tahun. Logo ini menjadi simbol warisan dan keberlanjutan bisnis keluarga yang telah bertahan selama tiga generasi.

Pada 18 Desember 2013, PT Sido Muncul resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten "SIDO". Selanjutnya, pada tahun 2019, perusahaan memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk 274 produknya.

Baca Juga: Cerita Sukses Fadli Zahab Membangun ZAP Clinic, Nekat Keluar Kerja untuk Bangun Bisnis hingga Kini Bakal IPO bersama Perusahaan Sandiaga Uno

Hingga saat ini, PT Sido Muncul telah memproduksi lebih dari 250 jenis produk, dengan aset mencapai Rp29,94 miliar per September 2024. Perusahaan ini juga telah berekspansi ke pasar global, dengan pendapatan mencapai Rp3,3 triliun pada tahun 2020.

Beberapa produk paling terkenal dari Sido Muncul adalah sebagai berikut:

  • Tolak Angin Cair: Minuman herbal untuk meredakan masuk angin, mual, dan gejala flu.
  • Permen Tolak Angin: Permen herbal dengan manfaat serupa Tolak Angin cair, praktis untuk dibawa.
  • Tolak Angin Sachet: Kemasan praktis untuk dikonsumsi kapan saja.
  • Kuku Bima Ener-G: Minuman energi herbal yang terbuat dari jahe, ginseng, dan madu.
  • Kopi Jahe: Minuman herbal yang menggabungkan kopi dan jahe, cocok untuk menghangatkan tubuh.
  • Kunyit Asam: Jamu tradisional dari kunyit dan asam jawa, menjaga kesehatan pencernaan dan kebugaran tubuh.
  • Temulawak: Produk herbal dari ekstrak temulawak, bermanfaat untuk kesehatan hati dan meningkatkan nafsu makan.
  • Kunyit Putih: Suplemen herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan.
  • Fitraper: Suplemen herbal untuk menurunkan kadar lemak dan kolesterol.
  • New Hemoroa: Obat herbal untuk mengatasi wasir.
  • Esemag: Suplemen herbal untuk mengatasi maag dan gangguan pencernaan.
  • Bilberry Carrot: Suplemen herbal dengan ekstrak bilberry dan wortel, bermanfaat sebagai antioksidan untuk kesehatan mata.
  • Echinacea: Suplemen herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Garlic: Suplemen herbal berbahan bawang putih, menjaga kesehatan jantung.
  • Daun Dewa: Suplemen herbal sebagai makanan tambahan untuk penderita tumor dan kanker.
  • SM Prosta Plus: Suplemen herbal untuk mengatasi pembesaran prostat.
  • Suprasi: Suplemen herbal untuk melancarkan produksi ASI.
  • Memory: Suplemen herbal untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
  • SidoMuncul Vitamin C 1000 mg: Suplemen vitamin C dosis tinggi untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Jahe Wangi: Minuman herbal dari ekstrak jahe, menghangatkan tubuh dan meredakan gejala masuk angin.
  • KukuBima Kopi Ginseng: Minuman herbal yang menggabungkan kopi dan ginseng, memberikan energi ekstra.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: