Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kisah Berdirinya IKEA, Dibangun oleh Pemuda 17 Tahun Disleksia hingga Kini Sukses Tersebar di 63 Negara

Kisah Berdirinya IKEA, Dibangun oleh Pemuda 17 Tahun Disleksia hingga Kini Sukses Tersebar di 63 Negara Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan furnitur asal Swedia, IKEA, telah menjadi salah satu perusahaan terbesar dan terkenal di dunia. Kuatnya branding yang dilakukan IKEA bahkan membuat produk perusahaan ini tidak hanya dimanfaatkan secara fungsional tetapi juga gaya hidup. Namun, siapa sangka bahwa perusahaan ini pertama kali didirikan oleh pemuda berusia 17 tahun?

Ingvar Feodor Kamprad adalah pemuda di balik berdirinya IKEA. Ia lahir pada 30 Maret 1926 di sebuah pertanian kecil bernama Elmtaryd dekat Desa Agunnaryd, di Provinsi Småland, Swedia. 

Sejak kecil, Kamprad telah memiliki kecerdasan dalam bisnis. Pada usia lima tahun, ia membeli korek api dalam jumlah besar dari Stockholm dengan harga murah dan menjualnya secara eceran kepada tetangga dengan margin keuntungan. Dari sini, ia belajar prinsip dasar bisnis: membeli murah, menjual dengan untung, dan menginvestasikan kembali keuntungannya.

Kamprad tidak hanya menjual korek api. Ia juga menjual kartu Natal, ikan yang ia tangkap sendiri, buah beri, benih, hiasan pohon Natal, pena, dan pensil. Kesibukannya dalam berbisnis ini, diceritakan, sampai membuat orang tuanya khawatir karena ia enggan bangun pagi untuk membantu memerah susu sapi.

Hingga suatu ketika, hadiah jam alarm dari orang tuanya menjadi titik balik dalam hidup Kamprad. Ia mulai bangun pagi dan fokus pada prestasi, bukan tidur.

Baca Juga: Berani Keluar Harvard, Ini Cerita Ferry Unardi Sukses Bangun Traveloka

Lahirnya IKEA

Pada tahun 1943, di usia 17 tahun, Kamprad mendirikan IKEA dengan uang hadiah dari ayahnya karena prestasinya di sekolah, meskipun ia menderita disleksia. Nama IKEA merupakan akronim dari inisialnya (Ingvar Kamprad), nama pertanian keluarganya (Elmtaryd), dan desa tempat ia dibesarkan (Agunnaryd). 

Awalnya, IKEA hanya menjual barang-barang rumah tangga kecil seperti bingkai foto, dompet, stoking nilon, dan pena melalui pesanan pos.

Pada tahun 1947, Kamprad memperkenalkan furnitur ke dalam lini produk IKEA. Ide ini muncul secara kebetulan saat ia mencopot kaki meja agar muat di dalam mobil. Ia menyadari bahwa furnitur flat-pack yang bisa dirakit sendiri oleh pelanggan adalah solusi yang brilian. Konsep ini tidak hanya menghemat biaya transportasi dan penyimpanan, tetapi juga memungkinkan pelanggan menyesuaikan furnitur sesuai kebutuhan mereka.

Toko IKEA pertama dibuka pada tahun 1958 di Älmhult, Swedia. Toko ini memperkenalkan konsep self-service yang kemudian menjadi model bagi toko-toko IKEA di seluruh dunia. Pada tahun 1950-an, IKEA mulai fokus pada furnitur flat-pack, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956. Inovasi ini membuat produk IKEA lebih terjangkau dan mudah diangkut.

Ekspansi global IKEA dimulai dari Eropa, yang meliputi Norwegia, Denmark, Finlandia, Jerman, Austria, dan banyak negara lainnya. Kemudian, IKEA merambah ke Asia, termasuk Tiongkok, Jepang, India, dan Indonesia, serta ke Amerika Utara (AS dan Kanada) dan Oseania (Australia). 

Baca Juga: Kisah Sukses Bambang Sutantio Membangun Cimory Group, Kini Punya Produk Yogurt hingga Telur Cair

IKEA di Indonesia

Kehadiran IKEA di Indonesia dimulai pada tahun 1990 melalui IKEA Supply, yang bermitra dengan pemasok lokal untuk memproduksi produk-produk IKEA. Baru pada 15 Oktober 2014, toko IKEA pertama di Indonesia resmi dibuka di Alam Sutera, Tangerang. Sejak itu, IKEA terus berekspansi dengan membuka toko di kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya, Bali, dan Jakarta.

IKEA Indonesia merupakan bagian dari Dairy Farm International Holdings, anak perusahaan Jardine Matheson Group. Di Indonesia, IKEA bermitra dengan berbagai entitas bisnis lokal. 

Kemitraan dengan pemasok lokal, kontraktor, dan perusahaan logistik tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga memastikan produk IKEA memenuhi kebutuhan konsumen lokal.

Baca Juga: Berawal dari Air Sumur Bor Biasa, Ini Cerita Suksesnya Tirto Utomo Membangun AQUA

Meskipun sukses, Ingvar Kamprad dikenal sebagai orang yang hemat. Ia naik kereta bawah tanah, mengendarai mobil Volvo tua, dan terbang dengan kelas ekonomi. Ia bahkan mendaur ulang kantong teh dan mengantongi bungkusan garam dan merica di restoran. 

Kamprad juga dikenal sebagai pemasar yang brilian. Ia memulai tradisi menyediakan kopi dan roti gratis saat pembukaan toko, yang kemudian berkembang menjadi restoran cepat saji di setiap cabang IKEA. 

Kini, setidaknya hingga 23 April 2024, IKEA telah memiliki 473 toko yang beroperasi di 63 negara di 5 Benua. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terkait