Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Operasi Pasar Murah Ramadan, Bapanas Sebut Beras SPHP Jadi Komoditas Paling Laris

Operasi Pasar Murah Ramadan, Bapanas Sebut Beras SPHP Jadi Komoditas Paling Laris Kredit Foto: Bulog
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah, melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), terus menggelas Operasi Pasar Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 2025. 

Operasi pasar tersebut, hingga 21 Maret 2025, tercatat sudah menjual 2.731 ton komoditas pangan dengan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi yang paling laris dengan total penjualan mencapai 1.540 ton.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian harga pangan yang dilakukan secara lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Bapanas dan Kadin Gelar Gerakan Pangan Murah di 2.500 Titik

“Operasi Pasar Pangan Murah 2025 telah terjual 2.731 ton berbagai komoditas pangan di 3.159 outlet. Beras SPHP menjadi komoditas dengan tingkat penjualan tertinggi,” ujar Sarwo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Tak hanya menggelar operasi pasar, selama Ramadan dan Idulfitri 2025 pemerintah juga menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sudah digelar sebanyak 1.480 kali di 51 kabupaten/kota pada 14 provinsi. Jika dihitung sejak awal tahun, program ini telah dilaksanakan 2.384 kali di 478 kabupaten/kota pada 37 provinsi.

“Gerakan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Sarwo.

Baca Juga: Jelang Idulfitri 2025, Bapanas Gencarkan Pangan Murah di Berbagai Daerah

Sebagai informasi, Operasi Pasar Pangan Murah dimulai sejak 24 Februari lalu dan bakal berlangsung hingga 29 Maret 2025. Operasi Pasar Pangan Murah tersebut melibatkan sebanyak 4.500 gerai PT Pos Indonesia sebagai titik distribusi. Bahkan, sejumlah BUMN Pangan juga turut serta berkontribusi seperti ID Food, Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, Berdikari, dan PT Perkebunan Nusantara.

Adapun beberapa komoditas yang dijual dalam program ini antara lain beras SPHP, Minyakita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, cabai rawit merah, dan telur ayam ras, semuanya dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah berharap harga pangan tetap stabil dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran 2025.

 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: